Gerindra: Pengurangan Kuota Haji karena Diplomasi Kurang Serius
Sabtu, 6 Juli 2013 | 13:02 WIB
Jakarta - Partai Gerindra menuding pemerintah kurang serius memperjuangkan kuota haji Indonesia yang dikurangi oleh pemerintah Arab Saudi.
Sejak 6 Juni 2013, pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk mengurangi kuota jamaah haji Indonesia 2013 sebesar 20% atau 42.200 orang. Ini mengakibatkan, jamaah haji Indonesia yang bisa berangkat ke Tanah Suci pada 2013 turun dari 211.000 jamaah menjadi 168.800 jamaah.
"Meskipun kebijakan tersebut merupakan hak Arab Saudi, pemerintah Indonesia tetap diperlukan melakukan upaya diplomatik serius untuk merespon kebijakan pengurangan kuota ini. Puluhan ribu umat Islam dirugikan," tegas Waketum Gerindra Fadli Zon di Jakarta, Sabtu (7/7).
Kebijakan dadakan dan sepihak demikian sangat mengecewakan para calon jamaah haji yang sudah terdaftar namun tak bisa diberangkatkan. Padahal, kata Fadli, banyak diantara calon jamaah yang sudah mempersiapkan diri bertahun-tahun sebelumnya untuk berangkat haji tahun ini.
Dia menekankan, sebenarnya dengan kuota tahun-tahun sebelumnya untuk Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar, tentu sangat kurang, apalagi dikurangi 20%.
"Indonesia seharusnya memperjuangkan pengembalian kuota atau malah harusnya ada penambahan kuota dari pemerintah Arab Saudi," tegas Fadli.
Dia mengakui pihaknya mengapresiasi upaya Presiden SBY menyurati raja Arab Saudi. Namun tak jelas apakah surat itu sudah dijawab atau tidak.
Selain itu, seharusnya juga ada langkah-langkah selanjutnya kalau respons dari Arab Saudi belum memuaskan.
"Kami dari Partai Gerindra yakin, dengan upaya diplomatik dan lobi intensif, hal ini pasti akan tertangani dengan baik," kata Fadli.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




