Ketidakpercayaan Publik Pada Elite Politik Terus Meningkat

Minggu, 7 Juli 2013 | 14:38 WIB
NL
B
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: B1

Jakarta - Berdasarkan survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Juli 2013, terlihat bahwa 51,5 persen dari 1.200 responden tidak percaya dengan komitmen moral para elite politik.

Hal ini, menunjukkan bahwa mayoritas publik di Indonesia tidak percaya dengan moral elite yang duduk di lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Namun, peneliti LSI, Rully Akbar menjelaskan bahwa berdasarkan data LSI terjadi peningkatan ketidakpercayaan publik setiap tahunnya terutama setelah pemilihan umum (pemilu).

"Tahun 2005, ketidakpercayaan publik terhadap moral elite tercatat 34,6 persen. Tahun 2009, ketidakpercayaan meningkat menjadi 39,6 persen. Kemudian, tahun 2013 ini menjadi 51,5 persen. Sehingga, bisa dilihat ketidakpercayaan publik terhadap komitmen moral para elite politik meningkat 17 persen," kata Rully saat merilis hasil survei LSI di kantor LSI, Jakarta, Minggu (7/7).

Ia menjelaskan peningkatan ketidakpercayaan publik terjadi, karena masyarakat menilai tidak banyak elite yang bisa dijadikan teladan. Kemudian, masyarakat juga menilai apa yang diucapkan oleh para elite tidak sesuai dengan yang diucapkan.

Ditambah lagi, lanjut Rully, ada jarak antara agama dengan perilaku elite. Dalam artian, perilaku politik tidak sesuai dengan ajaran agama yang menjdi basis partai politik tertentu.

"Ada kesenjangan antara klaim agama dengan perilaku elite. Contoh, oknum-oknum di organisasi masyarakat agama tertentu sering main hakim sendiri. Selain itu, Indonesia penduduknya mayoritas Islam tetapi justru menjadi negara terkorup," ujarnya.

Lihat Juga Video Moralitas Elite Politik, Ketidakpercayaan Meluas

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon