David Villa, Penerus Tradisi Penyerang Top Atletico Madrid?
Selasa, 9 Juli 2013 | 10:01 WIB
Madrid - Tantangan baru sudah terpampang jelas di hadapan David Villa. Klub barunya, Atletico Madrid, sudah kadung dipahami publik sebagai sebuah tim gudangnya penyerang kelas jempolan. Klub lain boleh saja galau ditinggal penyerang terbaiknya, tapi tidak Atletico. Mereka nyaris tak pernah gagal mengganti penyerang top mereka dengan penyerang jempolan lain.
Musim 1997/1998, Christian Vieri yang kala itu berusia 24 tahun, didatangkan dari klub raksasa Italia, Juventus, dengan banderol 13,2 juta poundsterling (Rp191 miliar). Mahal memang, tapi ia membuktikannya dengan 29 gol dalam 32 pertandingan di semua ajang. Di La Liga sendiri ia mencetak 24 gol dalam 24 pertandingan, dengan kata lain di tiap pertandingan ia sukses membuat kiper memungut bola dari gawang. Berkat kehebatannya itu, gelar El Pichichi (pencetak gol terbanyak La Liga) musim 1997/1998 pun berhak ditulis Vieri di CV-nya.
Namun, Vieri hanya bertahan selama semusim di Atletico. Musim 1998/1999, Lazio menebusnya dengan 22 juta poundsterling (Rp318 miliar) untuk memboyong sang pemain ke ibukota Italia.
Setelah itu, pada musim 1999/2000, penyerang Belanda kelahiran Suriname, Jimmy Floyd Hasselbaink, pun diboyong Atletico dari Leeds United senilai 14,7 juta poundsterling (Rp212 miliar). Sekali lagi, nilai transfer yang mahal. Tapi, sama seperti Vieri, Hasselbaink mampu tampil cemerlang di Atletico meski hanya satu musim.
Hasselbaink tercatat menyumbang 35 gol dalam 47 pertandingan Atletico di semua ajang. Rasio golnya 0,74. Meski begitu, ia tak berhasil mengikuti jejak Vieri meraih gelar El Pichichi, karena "hanya" mencetak 24 gol di La Liga, kalah dari Salva Ballesta, penyerang Racing Santander yang sukses mencetak 27 gol. Terpikat dengan penampilan Hasselbaink, Chelsea lantas memboyongnya ke Stamford Bridge pada musim panas tahun 2000 dengan tebusan 19,8 juta poundsterling (Rp286 miliar).
Musim 2000/2001 itu, untuk pertama kalinya Atletico terdegradasi ke Segunda Division. Tapi, mereka masih mempunyai pemain asli didikan akademi yang punya bakat besar, bernama Fernando Torres. Selama enam musim, 2000/2001 sampai 2006/2007, sebagai pemain profesional Atletico, Torres sudah mencetak 91 gol dalam 243 pertandingan.
Masih kalah dibanding Vieri dan Hasselbaink memang, dalam hal rasio gol. Namun sejak September 2003, saat usianya masih 18 tahun, Torres sudah rutin masuk skuad timnas senior Spanyol. Lantas, bakat besarnya pun dilihat Liverpool. Hingga pada musim 2007/2008, Rafael Benitez, pelatih Liverpool saat itu, menggaetnya dengan banderol sebesar 25 juta poundsterling (Rp361 miliar).
Setahun sebelum itu, pada musim 2006/2007, pemain remaja klub Argentina, Independiente, Sergio "Kun" Aguero, juga sudah diboyong Atletico ke Vicente Calderon, sebagai tandem Torres, dengan label harga 19,6 juta poundsterling (Rp283 miliar). Sementara kemudian, sebagai ganti Torres, Atletico mendatangkan Diego Forlan dari Villarreal di musim 2007/2008, dengan harga 18,5 juta poundsterling (Rp267 miliar).
Duet Aguero-Forlan pun tampil mengesankan. Aguero mencetak 101 gol dalam 243 pertandingan, sementara Forlan mencatat 96 gol dalam 196 pertandingan. Forlan bahkan berhasil meraih gelar El Pichichi di musim 2008/2009 dengan raihan 32 gol. Duet Atletico ini juga berhasil mempersembahkan gelar Europa League di musim 2009/2010 dan Piala Super Eropa di awal musim 2010/2011.
Hingga, pada musim 2011/2012, secara bersamaan Aguero dan Forlan meninggalkan Atletico. Aguero dibeli oleh Manchester City senilai 39 juta poundsterling (Rp563 miliar), sedangkan Forlan hijrah ke Inter Milan dengan harga 4,4 juta poundsterling (Rp63 miliar).
Tak perlu waktu lama bagi Atletico untuk menutup lubang di lini depan. Radamel Falcao lantas digaet dari Porto dengan tebusan sebesar 41 juta poundsterling (Rp523 miliar). Segera ia pun merebut hati publik Calderon. Pertandingan perdananya di depan pecinta klub itu sukses dilalui dengan mencetak hat-trick ke gawang Racing Santander. Total, selama berbaju Atletico, Falcao yang kini menjadi milik AS Monaco, mampu menyumbangkan 70 gol dalam 86 pertandingan, satu gelar Europa League di musim 2011/2012, satu gelar Piala Super Eropa, serta satu gelar Copa del Rey di musim 2012/2013.
Kini, menarik menanti kiprah Villa yang dibeli "cuma" dengan harga 4,5 juta poundsterling (Rp65 miliar). Murah, jika mengingat dulu ia dibeli Barcelona dari Valencia seharga 35 juta poundsterling (Rp506 miliar). Villa akan menghadapi tantangan fakta bahwa Atletico selalu berhasil menggantikan penyerang terbaik mereka yang pindah ke klub lain. Sanggupkah David "El Guaje" Villa?
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




