Cipaganti Akan Right Issue 30%
Selasa, 9 Juli 2013 | 19:50 WIB
Jakarta -- PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) akan melepas saham baru (right issue) sebesar 30% dari saham ditempatkan dan disetor pada akhir 2013 atau awal 2014. Penetapan waktu right issue memperhatikan kondisi pasar modal Indonesia.
"Komitmen kami bersama para pemegang saham (share holders) adalah menawarkan 40% saham kepada publik. Bila pasar sudah berada pada level yang kami inginkan, kami akan right issue," kata direktur utama perseroan Andianto Setiabudi usai listing di bursa efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (9/7)
Perseroan menurunkan jumlah saham pada penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) menjadi 361,11 juta saham atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor dari rencana sebelumnya sebanyak 2 miliar saham atau sekitar 40% dari total modal yang ditempatkan dan disetor.
Konsekuensinya, perseroan memperoleh dana dari IPO sekitar Rp 68,8 miliar atau turun dari bidikan sebelumnya senilai Rp 400 miliar. Saham IPO ditawarkan pada harga Rp 190 per saham.
"Dana hasil IPO sekitar 94,70% akan dipakai untuk penambahan kendaraan baru dan pembelian tanah untuk keperluan pool serta renovasi kantor. Sisanya dipakai untuk modal kerja perseroan," ujar dia.
Perseroan menargetkan pembelian 300 unit shuttle bus dan mobil travel serta 350 unit taksi. Investasi untuk pembelian tersebut sekitar Rp 222,5 miliar.
Corporate Secretary Toto Moeljono mengatakan, perseroan memfokuskan pembelian mobil shuttle bus, travel dan taksi menyusul prospektifnya lini bisnis transportasi itu. Selama ini, ketiga lini itu menjadi sumbangan terbesar pendapatan perseroan.
"Perseroan menjadi market leader dalam bisnis shuttle bus. Saat ini, kami memiliki lebih dari 1000 unit dari total armada sebanyak 3600," kata dia.
Menurut dia, permintaan jasa transportasi akan meningkat 30% menjelang lebaran dan hari raya Idul Fitri. Perseroan berencana meningkatkan tariff angkutan 10-15% pada rute-rute ‘gemuk’.
Direktur perseroan Robertus Setiawan Leonardi mengatakan, perseroan menanggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 300-400 miliar tahun ini. Selain dari IPO, capex akan didanai dari pinjaman bank.
"Kami telah memperoleh persetujuan kredit Rp 250 miliar dari salah satu bank," ujar dia.
Menurut dia, perseroan menargetkan laba bersih naik 15% tahun ini dibandingkan laba bersih tahun lalu Rp 76 miliar. Ke depan, perseroan giat menambahkan armada dan ekspansi ke luar Jawa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




