Inasoc: Undian Sepakbola SEA GAMES Berita Bohong

Rabu, 5 Oktober 2011 | 15:22 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Stadion Jakabaring, Palembang, Sumsel, tempat digelarnya pembukaan SEA Games 2011.
Stadion Jakabaring, Palembang, Sumsel, tempat digelarnya pembukaan SEA Games 2011. (JG Photo/Afriadi Hikmal)
"Belum jadwalnya; undian akan dilakukan dalam waktu dekat ini."

Hasil undian (pengelompokan peserta) cabang sepakbola untuk SEA Games 2011, yang sudah lama beredar di dunia maya, ternyata hanya berita bohong. Ini dipastikan setelah pihak Inasoc menyatakan bahwa undian masih belum dilakukan.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Deputy I Inasoc yang membawahi bidang pertandingan, Joko Pramono, Rabu (5/10) siang. Joko juga mengatakan bahwa jadwal pertandingan sepakbola akan dimajukan.

"Belum ada undian, karena memang belum jadwalnya. Undian akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Jadwal pertandingan juga dimajukan dari 7 November menjadi 3 November, karena grup yang seharusnya main di Palembang dipindahkan ke Jakarta," tegas Joko.

Sebelumnya, sempat beredar kabar di dunia maya, bahwa dalam SEA Games ke-26 ini, Indonesia berada satu grup dengan Laos, Timor Leste, Myanmar dan Malaysia. Tidak jelas dari mana sumber informasi tersebut.

Awalnya, seperti dijelaskan pihak Inasoc, sepakbola dijadwalkan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, serta Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang. Tapi, dengan alasan Stadion Gelora Sriwijaya akan dipakai untuk upacara pembukaan, maka stadion itu tak bisa digunakan sejak 7 November.

Panitia penyelenggara pun memindahkan tempat pertandingan ke Jakarta dan mempersiapkan Stadion Lebak Bulus sebagai pengganti. Saat ini, Stadion Lebak Bulus sedang menjalani renovasi, terutama untuk penambahan titik lampu. Renovasi tersebut diperkirakan menelan biaya Rp 3 miliar.

Sementara sebagai lapangan latihan, panitia mengusulkan Lapangan C Gelora Bung Karno, Lapangan Sumantri Brodjonegoro Kuningan, Lapangan Sepakbola Ciracas, serta Stadion Bea Cukai.

Joko sekaligus juga mengkonfirmasi, bahwa pendaftaran nama pemain sudah berakhir pada 30 September lalu, dan setiap tim mendapat kuota 23 pemain. "Saat ini data sedang diolah. Kuota setiap tim adalah 23 pemain, tapi negara-negara lain memasukkan 20 nama," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon