Lippo Bangun Superblok Rp 2,2 Triliun di Bintaro
Rabu, 10 Juli 2013 | 21:00 WIB
Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk, sebagai salah satu pengembang terbesar di tanah air kembali membuat gebrakan dengan menghadirkan proyek superblok Embarcadero di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.
Dalam proyek superblok dengan luasan 260.000 meter persegi ini, Lippo rencananya akan membangun empat tower apartemen dengan total 650 unit, Boutique Hotel, Shopping Mall seluas 120.000 meter persegi, Entertainment Area, Rumah Sakit Siloam dengan 300 tempat tidur, Sekolah Pelita Harapan dengan daya tampung 2000 murid, Family Club, Helipad, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya.
"Pembangunannya sendiri akan dilakukan sekaligus sehabis lebaran, sekitar bulan September - Oktober 2013. Sedangkan untuk pembukaannya, akan dilakukan bertahap di masing-masing bagian, mengikuti progres di lapangan" jelas James Riyadi, Chairman Lippo Group di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (10/7).
Untuk nilai investasi proyek, lanjut James Riyadi, Lippo menanamkan dana senilai Rp2,2 triliun untuk mengembangkan superblok yang mengusung konsep integrated mixed use development ini.
"Untuk pembangunan superblok ini, kita menargetkan akan berlangsung selama tiga tahun, dihitung mulai dari awal sampai dengan penyelesaian seluruh proyek yang ada didalamnya," tambah James
"Bintaro sendiri merupakan kawasan yang padat dan masih terus berkembang, dengan infrastruktur yang sudah jadi. Meski begitu, masih ada kebutuhan akan hunian, rumah sakit, sekolah dan pusat perbelanjaan yang cukup besar disana," katanya.
Selain itu, lanjut dia, aksesibilitas yang terhubung dengan pusat kota, juga menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat menengah atas dalam memilih tempat tinggal di kawasan Bintaro.
Dalam kesempatan yang sama, Anton Sitorus, Head of Research Jones Lang LaSalle menyatakan, Bintaro sebagai daerah penyangga ibukota, terus mengalami perkembangan yang pesat.
"Bintaro berkembang karena memiliki infrastruktur yang sudah jadi, dengan aksesibilitas yang cukup banyak sehingga menjadi pertimbangan utama bagi konsumen untuk memilih tempat tinggal," tambah Anton.
Selain itu, lanjut dia, kawasan sekitar Bintaro juga ikut berkembang dan memiliki prospek yang lebih baik dibanding wilayah lain.
"Akses JORR ikut menjadi pendorong dalam menentukan daerah mana yg akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru," jelas Anton.
Kualitas proyek juga menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam memilih hunian. Dalam kurun waktu beberapa waktu belakangan, konsumen sudah bisa menilai kualitas dari sebuah proyek properti.
"Pada periode awal suatu proyek, konsumen biasanya belum memperhatikan soal kualitas. Setelah beberapa waktu, mereka mulai selektif dalam memilih standar atau mengupgrade tempat tinggalnya," tambah Anton.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




