Terminal Jadi Pantauan Khusus Pengamanan
Jumat, 12 Juli 2013 | 15:36 WIB
Jakarta - Terminal bus menjadi pantauan khusus pengamanan kepolisian selama bulan Ramadan dan hari Lebaran. Selain berupaya menghilangkan potensi terjadinya tindak kejahatan akibat perilaku preman, polisi pun bakal mengantisipasi munculnya calo-calo yang merugikan pengguna transportasi massal.
"Terminal termasuk kategori pantauan khusus. Karena potensi tindak kejahatannya cukup besar, seperti kerawanan geser barang yang diambil bukan pemiliknya, copet, bius, pemalakan, termasuk dipaksa kondektur, sopir atau calo padahal harga tiket tidak sesuai dengan yang tertulis atau ditentukan," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (12/7).
Dikatakan Rikwanto, jika memang ada unsur paksaan dari kondektur, sopir atau calo, itu telah melanggar dan dapat diproses hukum.
"Manakala mengancam atau memaksa, itu termasuk pelanggaran hukum. Makanya di terminal akan ada pos pengamanan yang terlihat jelas. Kalau masyarakat merasa terancam atau terintimidasi bisa laporkan," tambahnya.
Rikwanto menuturkan, selain terminal, polisi juga akan melakukan pantauan dan pengamanan khusus di sejumlah stasiun, pelabuhan dan bandara.
"Jadi target kami kantong-kantong masyarakat yang akan kembali ke kampung halaman seperti terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara. Kemudian, pusat perbelanjaan, tempat ibadah serta tempat wisata. Kami akan lakukan upaya cipta kondisi di sana," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




