BEI Revisi IPO Saham Emiten Menjadi 40

Jumat, 12 Juli 2013 | 23:17 WIB
AT
FH
Penulis: Agustinus Tetiro | Editor: FER
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito (kanan), menjelaskan mengenai pergerakan saham kepada Komisaris Utama  PT Bank Maspion Indonesia Tbk  Alim Markus (tengah) dan Direktur Utama  PT Bank Maspion Indonesia Tbk Herman Halim (kiri).
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito (kanan), menjelaskan mengenai pergerakan saham kepada Komisaris Utama PT Bank Maspion Indonesia Tbk Alim Markus (tengah) dan Direktur Utama PT Bank Maspion Indonesia Tbk Herman Halim (kiri). (Investor Daily / DAVID GITA ROZA/Investor Daily / DAVID GITA ROZA)

Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merevisi target penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) menjadi 40 dari sebelumnya sebanyak 30 emiten. Hal itu menyusul pencapaian yang hampir mendekati target.

"Saat ini sudah ada 24 emiten yang listing di BEI. Dalam pipeline sudah ada 6 calon emiten IPO. Kami terus menantang diri dengan cara merevisi target IPO menjai 40 emiten," jelas direktur penilaian dan pengawasan BEI Hoesen di Jakarta, Jumat (12/7)

Upaya BEI dalam meningkatkan perusahaan nasional untuk IPO, dengan cara menggandeng asosiasi perusahaan guna mensosialisasikan berinvestasi di pasar modal. Seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan Asosisasi Pengusahaa Indonesia (Apindo).

Hingga saat ini sudah ada 24 perusahaan yang listing ditahun ini, di antaranya : PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Austindo Nusantara Jaya Tbk(ANJT), PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).

Selain itu, PT Apexindo Pratama Duta (APEX) (relisting), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Acset Indonusa Tbk (ACST), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), PT Semen Indonesia Tbk (SMBR), PT Electronic City Indonesia (ECII), PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Victoria Investama Tbk (VICO), PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT), PT Bank Mintraniaga Tbk (NAGA), PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS)

Analis First Asia Capital mengapresiasi langkah BEI merevisi target IPO tahun ini. Hal itu menandakan optimisme BEI pada pasar Indonesia.

"Di tengah turbulensi, pihak-pihak seperti BEI dan OJK sudah seharusnya tetap optimis. Hal itu bisa dibuat dengan cara meyakinkan public," kata dia di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, saat ini, masih banyak perusahaan yang membutuhkan dana untuk investasi dan ekspansi. Pasar modal menjadi lahan strategis.

Menurut dia, inilah saat yang tepat untuk IPO sebelum regulasi IPO diperketat oleh OJK. Juga, sebelum tahun pemilu. Hal itu mengandaikan pemilu chaos.

Analis Millenium Danatama Asset Management Desmon Silitonga mengatakan, kendati pasar sedang bergejolak dan kurang, minat IPO tetap marak.

Menurut dia, BEI bisa melampaui target IPO 30 emiten tentu layak diapresiasi. Hal itu juga berpotensi memecahkan rekor IPO tahunan terbanyak.

Dia menyatakan, satu hal yang perlu dikritisi adalah BEI lebih cenderung memperhatikan jumlah emiten daripada mutu IPO. Hal itu terbukti dari jumlah saham yang dilepas kepada public yang relative sangat minimalis.

"Kinerja saham-saham IPO tahun ini tidak terlalu memuaskan," kata dia.

Dia menyatakan, IPO pada 2014 akan tetap marak. Tahun pemilu bukan kendala yang perlu ditakuti. Apalagi bila pemerintah mampu menjamin kelancaran pemilu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon