Presiden SBY Pertanyakan Hubungan Pemerintah Pusat dengan Daerah
Selasa, 16 Juli 2013 | 18:44 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengadakan buka puasa bersama (Bukber) dengan para pemimpin redaksi (Pemred) dan wartawan Istana di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (16/7) sore. Hadir pada bukber itu, Wakil Presiden Boediono, dan sejumlah Kabinet Indonesia Bersatu II.
Dalam sambutannya, SBY menyampaikan pertanyaan kritis mengenai sistem ketatanegaran dan distribusi kekuasaan yang dianut bangsa ini. Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat agar merefleksi bersama, apakah sistem yang dianut sekarang ini sudah pas atau belum. Apakah mekanimse check dan balances yang dijalakan selama ini sudah tepat atau masih perlu diperbaiki lagi.
"Sudah benarkah chek and balances? Dulu yang kuat eksekutif. Apakah sekarang ini sudah berimbang antara eksekutif, yudkatif dan legislatif? Bangsa ini mau sistem apa, apakah presidensial atau semi parlementer?" tanya SBY.
Dia juga mengemukakan para pendiri bangsa ini menetapkan bahwa Indonesia adalah berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tetapi di sisi lain, otonomi daerah (Otda) dibuka seluas-luasnya.
"Apakah sudah tepat hubungan pusat dan daerah, distribusi kekuasaan, di tingkat pusat dan propinsi dan tingkat kabupaten. Mari kita lihat ini sebagai isu penting," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




