Polisi Tetap Fokus Cari Pelaku Pemerkosaan Wartawati

Selasa, 16 Juli 2013 | 21:51 WIB
BM
WP
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: WBP
Ilustrasi korban perempuan.
Ilustrasi korban perempuan. (Istimewa)

Jakarta - Kendati muncul banyak kejanggalan dalam pemeriksaan, penyidik tetap fokus mencari pelaku terkait kasus dugaan pemerkosaan seorang wartawati televisi, berinisial MC (30), di sebuah gang sempit, di Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur.

"Polisi masih fokus menyelidiki bahwa dia diperkosa," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/7).

Dikatakan Herry, sejak awal kasus itu dikerjakan oleh dua tim. Mencari pelaku melalui ciri-ciri dan menelusuri keterangan pelaku. "Saat ini, kami masih melakukan upaya penyidikan," ungkapnya.

Ia melanjutkan, sejauh ini pihaknya berupaya mencari fakta-fakta yang ada terkait kasus itu. "Jadi kami melakukan penyelidikan berdasarkan fakta, bukan asumsi," tegasnya.

Menurut Herry, PPA Polres Jakarta Timur, Subdit Jatanras dan Subdit Renakta Polda Metro Jaya, terus melakukan upaya tindak lanjut itu.

"Korban sudah kami koordinasikan dengan RSCM untuk visum psikiater guna observasi tingkah laku korban. Hasilnya, nanti kita simpulkan," jelasnya.

Selain itu, kata Herry, pihaknya juga berkoordinasi dengan Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk memeriksa cairan di kemaluan korban. "Cairan itu asalnya dari mana? Apakah dari suami atau orang lain," bilangnya.

Memang, ada sejumlah kejanggalan dalam penyelidikan. Seperti, awalnya korban mengatakan jalan sendirian namun ternyata diantar temannya berinisial CK.

"Kita sudah lakukan enam kali pra rekonstruksi. Temannya CK bilang diantar sampai empat meter di mulut gang. Sementara, keterangan yang bersangkutan agak menjauh ke dalam. Setelah berpisah, korban menunggu CK pergi dulu baru pergi dan diperkosa. Selain itu, alat lie detector menyatakan adanya indikasi kebohongan dan lainnya," jelasnya.

Herry berharap, pada pemeriksaan selanjutnya MC lebih kooperatif dan menyampaikan fakta sesuai peristiwa yang terjadi. "Kalau memang ada pelakunya, mari kita sama-sama cari pelakunya," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon