Rumah Potong Hewan Cakung Akan Dipindahkan ke Marunda

Kamis, 18 Juli 2013 | 12:52 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Ilustrasi rumah potong hewan
Ilustrasi rumah potong hewan (Antara)

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, merencanakan akan memindahkan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Cakung, Jakarta Timur, milik PD Dharma Jaya ke kawasan Marunda.

Kemudian secara bertahap akan membangun RPH di luar wilayah DKI Jakarta, seperti di Lampung dan Bekasi.

"Kita akan pindahkan RPH Cakung ke Marunda. Tidak hanya itu, kita ingin membangun RPH di Lampung dan Bekasi. Kita tidak ingin ada lagi RPH di Jakarta. Kita akan geser ke luar wilayah DKI," kata Ahok sapaan akrab Basuki, di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (18/7).

Dia tidak khawatir lokasi yang jauh mengakibatkan tidak bisa dikendalikan stok daging segar maupun harga daging di Jakarta. Justru bila RPH berada di luar Jakarta akan lebih mudah memantau stok daging dan mengendalikan harga daging di Ibu Kota.

Untuk memantau stok daging dan mengendalikan harga daging, Pemprov DKI akan memerintahkan PD Pasar Jaya untuk melakukan analisa perilaku konsumen dan kebutuhan tetap warga Jakarta terhadap daging sapi maupun ayam.

"Untuk jaga stok dan membantu stabilkan harga, itu fungsi PD Pasar Jaya sebagai pengontrol. Jajaran PD Pasar Jaya harus tahu persis perilaku konsumen dan kebutuhan tetap terhadap daging. Yang sekarang kan nggak seperti itu. Mereka hanya main di property saja. Harusnya mereka mencatat perilaku orang belanja seperti apa. Sehingga kita bisa bantu menstabilkan harga," terang mantan Bupati Belitung Timur.

Ia menambahkan, di kota-kota besar dunia, tidak diperbolehkan pasar tradisional atau RPH berada dalam ruang yang terbuka. Justru dilakukan di ruang tertutup, agar sampah-sampah yang dihasilkan tidak mengganggu lingkungan sekitarnya.

"Coba bayangkan, kalau kita beli pisang atau sayur, Anda beli murah, sebenarnya Pemprov yang subsidi. Kemudian, sampah bekas pisang dan sayur dibuang dan diangkut ke Bantar Gebang bisa mencapai 400.000 kubik. Coba liat pedagang di Pasar Minggu. Kita kasih dagang gratis, tapi buang sampai berton-ton setiap pagi. Itu sampah dari mana? Belum lagi mereka buang sampah seenaknya," ujarnya.

Pada tahun lalu, Pemprov DKI sudah melakukan relokasi terhadap Rumah Potong Ayam (RPA) untuk mengantisipasi terjadinya flu burung. Ada 13 lokasi RPA resmi yaitu, RPA Rawakepiting di Kawasan Industri Pulogadung, RPA Pulogadung di Jalan Palad, dan RPA Cakung di Jl Penggilingan, Jakarta Timur. Kemudian RPA Kebun Bibit di Petukanganutara, Jakarta Selatan dan RPA Ekadharma di Jalan Ekadharma, Srengseng, Jakarta Barat, yang telah beroperasi.

Kemudian ada delapan RPA baru yang dibangun secara bertahap oleh pihak swasta, karena merupakan usulan dari para pedagang ayam sendiri. Ke-8 lokasi baru RPA resmi yaitu RPA Kramatjati dan Pintu Air di Jakarta Timur, RPA Pasar Cengkareng dan Kalideres di Jakarta Barat, RPA PasarMinggu di Jakarta Selatan, RPA Pasar Senen di Jakarta Pusat, RPA Tanjung Priok dan Cilincing di Jakarta Utara.

Keberadaan 13 RPA ini untuk merelokasikan sekitar 210 lokasi penampungan ayam dan 2.000 tempat pemotongan ayam yang tersebar di seluruh wilayah ibu kota.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon