Dua Kemungkinan Kenapa SBY Selalu Gamang Sikapi FPI

Kamis, 25 Juli 2013 | 12:31 WIB
CP
B
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: B1
Ketua FPI, Rizieq Shihab (kedua dari kiri)
Ketua FPI, Rizieq Shihab (kedua dari kiri) (Antara)

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai selalu gamang dalam menyikapi aksi yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI). Lebih jauh, disebutkan bahwa tidak tertutup kemungkinan jika SBY "diuntungkan" oleh keberadaan FPI.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi, kepada SP di Jakarta, Kamis (25/7).

"SBY selalu gamang sikapi FPI. Ada dua kemungkinan mengapa itu terjadi. Pertama, SBY tidak berani karena (mungkin) FPI bagian dari Islam garis keras yang militan terkomando. Kedua, SBY diam-diam diuntungkan oleh keberadaan FPI," kata Adhie.

Adhie mencontohkan, ketika sejumlah pihak mengritik manajemen pemerintahan di bidang perdagangan, tiba-tiba muncul kasus Kendal, Jawa Tengah. "Kasus Kendal ini jelas menguntungkan SBY. Konsentrasi pemberitaan jadi terarah ke FPI. Kenaikan harga pangan terlupakan," tegasnya.

"Ketika isu memojokkan pemerintahan, FPI muncul dengan beragam isu baru," tukasnya.

Adhie berpendapat, aksi kekerasan FPI bisa saja merupakan bagian dari "skenario" yang dimainkan pemerintah. Skenario itu pun menurutnya bisa jadi tanpa sepengetahuan kader-kader FPI di akar rumput.

"Bisa jadi skenario diatur oleh pemerintah dan elite FPI, karena FPI dulu dibentuk oleh orang pemerintahan, dan mungkin masih bermanfaat keberadaan FPI sampai hari ini," ujarnya.

"Saya duga, itulah sebabnya kenapa FPI tidak pernah gentar membuat aksi anarkis. FPI seperti punya pelindung besar dari sekadar oknum kepolisian," imbuhnya.

Namun, Adhie sendiri enggan menyebut siapa yang dimaksudnya dengan "pelindung besar" FPI tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon