Oposisi Tuding Pemilu Zimbabwe Tidak Sah
Kamis, 1 Agustus 2013 | 11:40 WIB
Harare - Partai oposisi Perdana Menteri Zimbabwe Morgan Tsvangirai, Gerakan Perubahan Demokratik (MDC), meluncurkan tuduhan pelanggaran dalam pemilu Zimbabwe. Ada 2 juta orang telah hilang dari daftar pemilih, dan dalam beberapa kasus sepertiga pemilih diusir dari tempat pemilihan suara. Mugabe menolak tuduhan itu.
Penghitungan suara pemilihan umum Zimbabwe tengah dilakukan, Rabu (31/7) untuk memutuskan apakah Presiden Petahana Robert Mugabe (89) kembali menjadi presiden Zimbabwe. Bila terpilih Mugabe akan menjadi presiden untuk ketujuh kalinya, setelah berkuasa selama 33 tahun. Sementara lawannya, Morgan Tsvangirai (61), menyatakan yakin akan memperoleh kemenangan dan membawa era baru bagi negara yang tengah bermasalah itu.
"Kami telah menyatakan dengan tegas bahwa pemilu ini adalah ilegal dan tidak adil. Meski begitu, kami sangat yakin akan menang," kata Sekretaris Jenderal MDC, Tendai Biti.
Selasa, MDC telah menyerahkan bukti klaim mereka. Mereka menyerahkan dokumentasi duplikat daftar pemilih dan pemilih fiktif kepada pengawas Komunitas Pembangunan Selatan Afrika.
Dzikamai Tafumani (39), seorang ibu di Kota Harare dan pendukung Tsvangirai, mengatakan dia tidak bisa memberikan suara karena namanya tidak ada di daftar pemilih di empat tempat pemungutan suara. "Ini bukan pemilu bebas dan adil," ucapnya. [AFP/Bloomberg/D-11]
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




