Untuk Rusun, Jakpro Sediakan Lahan 100 Hektare

Sabtu, 3 Agustus 2013 | 08:58 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Pembangunan rusun bisa memicu pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan rusun bisa memicu pertumbuhan ekonomi. (Antara)

Jakarta Untuk membantu pengembang menunaikan kewajibannya membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos), PT Jakarta Propertindo (Jakpro) telah menyiapkan lahan seluas 100 hektare.

Lahan ini digunakan untuk membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bagi warga Jakarta yang tidak mampu. Pemprov DKI menginginkan fasos-fasum yang dibangun pengembang adalah rusun.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Budhi Karya mengatakan selama ini pengembang membangun fasos-fasum di sembarang tempat, sehingga fasos-fasum tidak tersebar secara merata dan terkesan tidak berserak begitu saja. Bahkan kadang-kadang banyak pula pengembang yang lupa untuk menyerahkan fasos-fasum tersebut.

"Sekarang kita sudah sediakan lahan seluas 100 hektare. Dia (pengembang) butuh berapa, misalnya dua hektar, tinggal beli sama kita. Lalu dia bangun disitu rusun. Setelah selesai kasih ke Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah," kata Budhi, di Jakarta, Sabtu (3/8).

Dengan dibangunnya rusun pada satu lokasi oleh berbagai pengembang, maka terjadi pemusatan pembangunan rusun serta warga Jakarta yang menjadi penghuninya. Kemudian, Pemprov DKI akan membangun aksesibilitas berupa jalan dan transportasi massal sehingga dapat digunakan oleh warga.

"Kalau kumpul di satu tempat jadi memudahkan. Maka aksesibilitas ke situ gampang, bikin jalannya, kasih busnya. Tapi kalau di sana satu hektar, disini satu hektar, segala macam, nyeplok-nyeplok ya susah koordinasinya. Orang kan tidak mau tinggal karena transportasi susah. Tapi kalau disana ada satu bus yang murah, pasar kita bikinkan, orang pasti mau tinggal di sana," jelasnya.

Menurutnya, PT Jakpro sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ditunjuk sebagai Bank Tanah oleh Pemprov DKI. Perusahaan ini bertugas menyiapkan tanah sehingga pembangunan rusun menjadi terlokalisasi. Kemudian akan ditunjuk pengembang yang masih memiliki kewajiban 20 persen membangun fasos-fasum.

Sebenarnya, ungkap Budhi, PT Jakpro diminta menyediakan lahan dengan luas 400 hektare. Instruksi itu akan dipenuhi secara bertahap, saat ini baru ada hanya 100 hektar di kawasan Marunda, Jakarta Utara. Nantinya, lahan di kawasan itu akan diperluas secara bertahap.

"Sekarang di Marunda, masih kecil lah, kita lagi mau memperbesar. Pak Basuki (Wagub DKI) maunya 400 hektare tapi mungkin di beberapa tempat. Untuk yang di Marunda, bertahap dibangun rusunnya dulu baru transportasi," ujarnya.

Pembangunan fisik rusunawa di Marunda akan dimulai awal Januari 2014 dan diharapkan dapat rampung selama enam bulan. Rusunawa yang akan dibangun 10-25 tower, dengan 80 unit per tower.

"Sementara ini jangan banyak-banyak dulu. Paling hanya 10 hingga 25 tower. Satu tower 80 unit. Yang penting modelnya bisnisnya bener dulu. Kalau tidak grabak grubuk ya nggak bener kayak gitu," tuturnya.

Rencananya, warga yang akan berhak mendapatkan rumah di Rusunawa Marunda adalah karyawan atau warga yang tinggal atau bekerja disekitar Marunda. Kemungkinan besar akan ditawarkan kepada buruh pabrik di Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon