Presiden Minta Program Revitalisasi Pramuka Dilanjutkan
Rabu, 14 Agustus 2013 | 19:55 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun Pramuka ke 52 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (14/8) sore. Presiden didampingi ibu Negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri seperti Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, dan Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Tampak pula Gubenur DKI Jakarta Joko Widodo.
Dalam sambutannya, Presiden meminta para bawahannya agar terus melanjutkan program revitalisasi terhadap pramuka yang telah dijalankan tujuh tahun terakhir.
Menurutnya, revitalisasi gerakan Pramuka telah menjadikan pendidikan kepramukaan berperan lebih besar dalam mencetak generasi muda yang berkarakter unggul, dan berwawasan kebangsaan yang kuat.
"Di tengah proses pembangunan yang terus bergerak maju, peran generasi muda sebagai subyek sejarah, aktor kritis, dan kreator yang menentukan wajah masa depan bangsa kita, harus terus kita bina. Kemajuan bangsa dan negara kita dalam sepuluh, dua puluh, atau lima puluh tahun yang akan datang, terletak di tangan generasi muda," kata Presiden.
"Generasi muda saat ini akan menjadi pelaku sejarah yang menentukan kemajuan bangsa kita. Kita ingin pada perayaan 100 tahun kemerdekaan bangsa kita di tahun 2045 mendatang, bangsa kita telah tampil sebagai bangsa yang unggul dan maju. Adik-adik Pramuka dapat tampil sebagai penggerak utama kemajuan bangsa. Generasi yang akan mengukir pahatan-pahatan sejarah baru, yang lebih mengesankan dan lebih membanggakan," tambahnya.
Presiden menjelaskan, revitalisasi Gerakan Pramuka terus diarahkan pada pemantapan pembinaan karakter bangsa. Revitalitasi Gerakan Pramuka diarahkan pula untuk memantapkan komitmen generasi muda terhadap empat konsensus dasar bangsa kita, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, pemantapan empat konsensus dasar itu dapat memperkokoh idealisme, cita-cita, dan militansi generasi muda untuk menjadi komponen bangsa yang cerdas, unggul, tangguh, penuh daya inovatif, dan tetap bersatu. Komponen bangsa yang mandiri dan tegar.
"Dengan empat konsensus dasar itu pula, kita ingin menjadikan generasi muda kita memiliki akhlak kepribadian yang luhur dan mulia, memiliki sikap toleran dan humanis, serta siap bersaing di era global," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




