60% Pendatang Baru di Jakarta Berpendidikan di Bawah SMA

Kamis, 15 Agustus 2013 | 12:30 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Ilustrasi para pemudik.
Ilustrasi para pemudik. (Suara Pembaruan/Jurnasyanto Sukarno.)

Jakarta - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) DKI dan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) untuk melakukan survei arus mudik dan arus balik 2013.

Survei yang dilakukan sepanjang Juli 2013 dengan metode sampling terhadap 4.000 kepala keluarga (KK) secara langsung tatap muka, dan melakukan wawancara telah menghasilkan temuan-temuan baru.

Salah satu temuannya adalah, 60 persen pendatang baru memiliki pendidikan di bawah SMA. Juga 60 persen pendatang baru memberikan alasan datang ke Jakarta, karena pekerjaan atau mencari pekerjaan.

"Kami menjalin kerja sama dengan BPS DKI Jakarta dan Lembaga Demografi FE UI. Dengan hasil survei ini kami bisa merencanakan langkah-langkah apa untuk mengendalikan pendatang baru di Jakarta," kata Purba usai melakukan pemantauan langsung arus balik di Cikampek, Jawa Barat, Kamis (15/8).

Hasil survei itu juga mencatat, daerah asal penyumbang pendatang baru terbanyak adalah Jawa Barat. Kemudian menyusul Jawa Tengah, Banten, Jawa Timur, Yogyakarta dan daerah-daerah di luar Pulau Jawa.

Temuan yang tidak kalah pentingnya adalah, pendatang baru datang ke Jakarta tidak berdasarkan kemauan atau keinginan diri sendiri. Melainkan atas ajakan dari perantau sebelumnya yang sudah terlebih dahulu tinggal di Jakarta.

"Kemudian, jumlah pemudik dari setiap tiga orang yang mudik, satu di antaraya bukan warga jakarta," ujarnya.

Purba menambahkan, survei tersebut mencatat jumlah pemudik yang betul-betul warga Jakarta berdasarkan hasil wawancara mencapai 4.050.000 orang. Sementara arus balik diperkirakan mencapai 4.101.000 orang. "Jadi ada 51.000 orang yang ikut ke Jakarta sebagai pendatang baru. Di antara itu, ada 15.000 masih ragu-ragu," jelasnya.

Bila yang ragu-ragu ini kembali ke daerah asal atau mencari pekerjaan di daerah mitra Jakarta, Bodetabek, lanjut Purba, maka jumlah pendatang baru hanya mencapai 36.000 orang. Jumlah ini menurun dari jumlah pendatang baru tahun lalu yang mencapai 47.832 orang.

"Penurunan pendatang baru juga dapat dilihat perumbuhan penduduk di Jakarta 1,21 persen per tahun, sementara pertumbuhan penduduk kota atau kabupaten daerah Bodetabek sudah sampai 3-4 persen," paparnya.

Selain melakukan survei tersebut, Purba mengungkapkan, pihaknya membuka Posko Pemantauan Arus Balik dan Arus Mudik di Poso Angkutan Terpadu Nasional di Gedung Kementerian Perhubungan (Kemhub). Posko ini telah beroperasi mulai H-7 hingga H+7.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon