Persib Bandung Unggul Tipis 2-1 Atas Persidafon Dafonsoro

Rabu, 21 Agustus 2013 | 04:17 WIB
A
B
Penulis: ANT | Editor: B1
Pendukung Persib Bandung.
Pendukung Persib Bandung. (Antarafoto)

Bandung - Meski memenangkan pertandingan melawan Persidafon Dafonsoro di stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, dengan skor tipis 2-1, namun pelatih Persib Bandung Djadjang Nurjaman mengaku timnya terlambat menemukan ritme permainannya.

"Babak pertama tim tidak bermain terlalu bagus, kami lambat mendapat ritme permainan terbaik. Kami harus menunggu hingga pertengahan babak kedua untuk mencetak gol," kata Djadjang Nurjaman seusai pertandingan timnya, Selasa (20/8).

Perihal pertandingan, ia mengatakan, pemain lawan melakukan tekanan yang besar sehingga berpengaruh terhadap Persib yang masih terpengaruh ritme tim usai menjalani libur kompetisi.

Beberapa pertandingan uji coba melawan tim Bandung, belum cukup mengembalikan permainan terbaik Persib. Selain itu ia mengakui dua strikernya Sergio van Dijk dan Hilton Moriera bermain di bawah performa terbaik mereka, sehingga ia harus memutuskan menurunkan tiga striker dengan memasukan Kenji Adachihara.

Keputusannya memasukan Asri Akbar pada babak kedua cukup tepat mengangkat moril tim. Terlebih dengan gol tembakan gledek Asri yang menembus gawang Persidafon tepat dua menit setelah masuk menggantikan Mbida Messi.

"Meski memenangkan pertandingan, namun kami akui mereka sangat disiplin, 2/3 pertahanan mereka dikawal ketat meski akhirnya kami mampu menembusnya dengan dua pemain pengganti yang gerakannya tak terantisipasi pertahanan mereka," kata Djadjang.

Hasil tersebut, menurut Jajang merupakan bekal untuk laga berikutnya melawan Persiram Raja Ampat, Minggu (24/8).

Sementara itu Pelatih Persidafon Edi Yuwono menyatakan timnya menerapkan presure ketat kepada para pemain Persib yang memiliki teknis di atas rata-rata. Ia juga mengklaim timnya bermain agresif untuk menghentikan penyerang-penyerang Maung Bandung itu.

"Kami bukan bermain keras tapi lebih tepatnya agresif. Gol-gol Persib seharusnya tidak terjadi dan itu murni kesalahan pemain kami dan itu harus diperbaiki. Namun kami puas karena pemain tetap fight meski bermain dengan sepuluh pemain," katanya.

Hal itu pula rahasia gol balasan yang dicetak pada penghujung babak kedua.

"Itu bukan gol pemanasan, tapi karena para pemain bermain 'nothing to lose', mereka bergerak terus dan tanpa menyerah. Target kami membawa tim ini lolos degradasi," kata Edi menambahkan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon