Adrie Subono

Dunia Promotor yang Menantang

Rabu, 21 Agustus 2013 | 11:48 WIB
AM
AB
Penulis: Abdul Muslim | Editor: AB
Adrie Subono
Adrie Subono (Istimewa/Istimewa)

Bagi Adrie Subono, aktif sebagai promotor event musik merupakan hal yang sangat menantang, tidak mudah tapi juga menjanjikan keuntungan ekonomi. Melalui bendera Java Musikindo, perusahaan promotor yang didirikannya tersebut telah diakui, disegani, dan dipercaya oleh banyak agen penyanyi dan grup band luar negeri.

Adrie mengaku membutuhkan waktu lama dan pengorbanan yang tidak sedikit untuk merayu dan meyakinkan para seniman musik luar negeri untuk menyambangi dan manggung di Indonesia. Apalagi, tidak sedikit agen-agen musik di luar negeri yang tidak jelas, yang bisa melakukan penipuan besar-besaran kepada promotor.

Karena itu, dia menyebut dunia promotor musik merupakan industri dan bisnis yang berbahaya. "Ini adalah bisnis yang berbahaya, tapi juga menjanjikan keuntungan. Jadi, kita benar-benar harus berhati-hati serta penih perhitungan," kata Adrie pada pertemuan dengan media massa di sebuah mal kawasan Thamrin, Jakarta, belum lama ini.

Menurut Adrie, usaha untuk mendatangkan pemusik atau grup band asal luar negeri itu susah-susah gampang. Promotor harus berhitung cermat dalam penjualan tiket konser agar tidak rugi karena terkadang membengkaknya biaya tidak terduga dalam mendatangkan penyanyi asing.

"Jadi, enggak ada rumusnya, bisa bayar artis murah, jual tiket mahal. Sering kali banyak biayanya. Kita sih bisa aja nawar-nawar artis, tapi tahu-tahu mereka bawa barang berapa ton, itu kan biaya," tuturnya.

Dia juga mengakui bahwa sebuah institusi/perusahaan sangat diperlukan bagi seorang promotor untuk membaca pasar dan membawa artis tertentu ke Tanah Air. Keberadaan institusi menjadi penting untuk mencapai kepuasan dan kesuksesan dalam setiap pergelaran konser dari musisi yang akan didatangkan.

Java Musikindo yang didirikannya kini telah dikenal mendatangkan artis-artis luar negeri dalam pergelaran konsernya di Indonesia. Tapi, Adrie tidak pernah melupakan musisi-musisi lokal, dari Tanah Air. Jika menyimak konser-konser yang diadakan Java Musikindo, beberapa musisi Indonesia pasti dihadirkan sebagai pembuka, sebelum musisi dari luar negeri tampil di atas panggung.

Java Musikindo pun bisa dibilang menjadi pionir dan telah menjadi promotor musik tersukses di Indonesia. Perusahaan yang dipimpin langsung oleh Adrie Subono yang merupakan keponakan presiden ketiga RI, BJ Habibie, sebenarnya sudah berdiri sejak 1994.

Salah satu tujuan didirikannya Java Musikindo adalah untuk menampilkan sebuah hiburan secara langsung. Untuk mencapai tujuan utama dan meraih sukses pada setiap konser yang digelar, Adrie sangat selektif memilih artis musik yang akan ditampilkan. Sejak awal, dia pun sudah mendapat dukungan dari berbagai media, sponsor, dan label.

Banyak konser dan event musik yang telah dipentaskan Java Musikindo di Indonesia. Beberapa di antaranya Angel and Airways, Avenged Sevenfold, Panic at The Disco, Opening Act: The Changcuters, The Used pada 2008, dan Bullet for My Valentine tahun 2009.

Selanjutnya pada 2010, All Time Low, Pitbull, Kelly Clarkson, 311, Cobra Starship, Placebo, Trivium, Saosin, dan Boys Like Girls.

Sementara itu, tahun 2011, Java Muslindo banyak mengundang pemusik asing, antara lain The Downtown Fiction, Sara Bareilles, Maroon 5, Bruno Mars, Jimmy Eat World, Stone Temple Pilots, New Found Glory, The Starting Line, Never Shout Never, I See Stars, We The Kings, Bring Me The Horizone, A Rocket To The Moon, dan Hey Monday.

Kiprah 20 Tahun
Adrie Subono bersama Java Musikindo yang dimilikinya akan genap berusia 20 tahun bergelut di dunia promotor di Tanah Air pada 2014. Karena itu, ia telah mempersiapkan persembahan khusus untuk merayakannya. Rencananya, ada lima konser besar yang disiapkan.

Pada awalnya, rangkaian konser besar itu akan diadakan tahun depan. Namun kemudian, ada pertimbangan lain, yakni adanya pemilu legislatif dan presiden tahun 2014, sehingga dimajukan menjadi tahun ini.

"Saya sudah 20 tahun berkarier, tahun depan memang pas 20 tahun. Pas saya umur 60 tahun. Jadi inginnya istimewa. Cuma kan tahun depan pemilu, waktunya enggak terlalu banyak buat bikin konser," katanya.

Rentetan konser yang dipromotorinya telah dibuka oleh legenda gitar dunia, Steve Vai di Tennis Indoor Senayan, Jakarta pada Senin, 22 Juli. Setelah itu, ada juga rapper Pitbull yang akan tampil pada Minggu, 1 September di Skenoo Exibition-Gandaria City, Jakarta Selatan.

Selanjutnya, All Time Low dan A Rockets to The Moon akan menggung di Senayan Swimming Pool Area, Jakarta, Jumat 23 Agustus, Kesha di Skenoo Exibition-Gandaria City, pada Selasa, 22 Oktober, serta Alicia Keys akan dipentaskan pada Jumat, 29 November, di Skenoo Exibition-Gandaria City.

Adrie juga sangat berharap bisa mendatangkan atau menyaksikan konser Eric Clapton dan Radiohead di Tanah Air. "Karena dua-duanya musisi besar. Saya berharap mereka mau ke Indonesia. Kalaupun bukan saya yang mendatangkan nantinya, itu juga enggak masalah. Yang pasti, dua artis itu harus bisa didatangkan," imbuhnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon