Konvensi Capres Demokrat Dinilai Bentuk Kampanye Terselubung
Jumat, 23 Agustus 2013 | 22:04 WIB
Jakarta - Pemerhati pemilu dari lembaga Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, menilai bahwa konvensi penjaringan calon presiden (capres) Partai Demokrat (PD) sebagai bagian dari kampanye terselubung.
"Pasalnya, saat ini tahapan kampanye terbuka Pemilu 2014 belum dimulai," kata Said, dalam diskusi bertajuk "Aliran Suap Migas, Diraup Parpol, Mungkinkah Pemilu 2014 Terancam (Konvensi atau Koreksi)?", di media center KPU, Jakarta, Jumat (23/8).
Oleh karena itu, menurut Said, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diharapkan proaktif melakukan pengawasan. Salah satunya adalah meminta konfirmasi terkait penggunaan maupun aliran dana untuk konvensi tersebut.
"Konvensi itu bisa dikategorikan sebagai kampanye terselubung. Jadi, Bawaslu harus konfirmasi soal penggunaan dananya, karena selama ini belum ada keterbukaan dari PD soal penggunaan dana," ujar Said.
Said mengaku mendasari penilaiannya berdasarkan beberapa kriteria. Antara lain, bahwa meski calon peserta belum jelas, namun sejumlah nama yang disebut-sebut akan maju sebagai peserta telah secara terang-terangan melakukan sosialisasi di sejumlah media massa. Begitu juga dengan para petinggi PD yang diduga melakukan hal yang sama.
"Bisa saya katakan jika konvensi itu sebagai alat mendongkrak elektabilitas partai politik. Jadi, ada benefit yang mau diambil oleh Partai Demokrat. Kalau citra partai baik, maka elektabilitas partai juga akan naik," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




