Pertolongan Pertama pada Anak Demam Tinggi dan Kejang
Sabtu, 24 Agustus 2013 | 14:04 WIB
Jakarta - Melihat kondisi anak demam tinggi disertai kejang pasti akan membuat orangtua panik. Umumnya, kepanikan terjadi karena bingung harus bertindak. Akibatnya, kerap terjadi salah penanganan dan bisa berakibat fatal.
Menurut Yohana E. Hardjadinata penulis buku "Pintar Seperti Dokter di Rumah: Tips Praktis P3K Sehari-hari", pengetahuan mengenai pertolongan pertama, atau biasa dikenal dengan istilah P3K tidak dimiliki semua orangtua.
"Banyak orangtua yang karena panik jadi sok tahu dan melakukan tindakan yang salah. Konsultasi ke dokter atau mencari tahu di media lain sangat disarankan", ujar Yohana pada acara peluncuran bukunya di Hotel Gran Melia, Jakarta, Sabtu (24/8).
Dia juga mengatakan, demam yang disertai kejang adalah salah satu hal yang tidak diharapkan orangtua, namun cukup banyak orangtua yang menemukan serangan itu pada anaknya.
"Bila anak demam tinggi hal pertama yang harus dilakukan adalah longgarkan pakaian atau lepas selimut mereka. Disarankan hanya menggunakan satu lapis pakaian saja agar suhu badannya dingin kembali", ujarnya.
Yohana mengatakan, sering menemui orangtua yang justru malah menyelimuti dan membungkus anaknya dengan jaket atau pakaian lain saat anaknya demam.
"Pada saat di mobil pada perjalanan ke rumah sakit misalnya, mereka malah membungkus rapat anaknya karena takut masuk angin. Itu salah", tegasnya.
Kemudian, bila anak menjadi kejang karena panas tinggi, Yohana mengatakan untuk menjauhkan barang apapun yang ada di dekatnya.
"Ini untuk menghindari anak cedera karena saat kejang gerakan mereka tidak bisa diprediksi", jelas Yohana.
Selain itu, Yohana juga menyarankan untuk membaringkan anak yang kejang dan tidak sadarkan diri dengan posisi dagu diangkat ke atas kemudian dimiringkan kepalanya.
"Banyak yang bertanya kenapa harus memiringkan kepala. Penjelasannya adalah karena pada saat tidak sadarkan diri, lidah akan jatuh ke belakang dan menutup jalan napas. Memiringkan kepala mereka ke belakang akan membuka jalan napas karena lidah akan kembali tertarik ke depan", imbuh Yohana.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




