Gara-gara Kotoran Burung, Paman Keroyok Keponakan
Minggu, 25 Agustus 2013 | 20:38 WIB
Jakarta - Bentrokan antara warga dan kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas) kedaerahan terjadi di Jl Taba RT 5 RW 16 Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (25/8). Bentrokan yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu diduga dipicu pertengkaran antara paman dan keponakan karena kotoran burung dara milik sang paman.
Akibat bentrokan, empat warga bernama Adi (17) dan Agus (30), Asep (32) dan Burhan (38) harus dilarikan ke Rumah Sakit Yadika, Duren Sawit, karena dipukul dengan benda tumpul. Sementara dari kelompok ormas, satu orang bernama Suryahadi dirawat intensif di Rumah Sakit Harum karena luka parah, dan empat orang lainnya luka ringan. Selain itu, lima sepeda motor milik anggota ormas rusak parah.
Maisuroh (50), ibu dari Agus dan Adi yang menjadi korban dalam peristiwa itu menuturkan, kotoran dan bulu burung-burung dara milik saudaranya, Asdari, yang tinggal bersebelahan seringkali jatuh di atap rumahnya.
Akibatnya, kotoran dan bulu burung-burung dara tersebut mengotori kolam serta kamar mandinya. Sang anak, Agus, telah berulangkali memperingatkan pamannya bahwa kotoran dan bulu burung milik Asdari yang jatuh ke dalam rumahnya akan membawa penyakit.
"Masalahnya cuma karena kotoran burung. Itu saja," kata Maisuroh saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (25/8) sore.
Tak terima selalu ditegur karena masalah kotoran burung miliknya, Asdari terlibat cek-cok mulut dengan sang keponakan. Tak hanya itu, Asdari yang merupakan anggota sebuah ormas kedaerahan memanggil kawan-kawan ormasnya dan menyerang rumah Maisuroh sekitar pukul 14.30 WIB.
"Saya pikir mereka mau ke kondangan. Ternyata nyerbu rumah saya. Ada lebih dari 50 orang, pada pakai motor kebut-kebutan. Rumah saya tiba-tiba diserang. Pada teriak serbu," katanya.
Tanpa basa-basi, puluhan anggota ormas yang membawa bambu, dan kayu, langsung memukuli Agus yang sedang berada di depan rumah. Akibatnya, Agus mengalami luka di beberapa bagian tubuh. Melihat Agus dikeroyok, Adi bersama dua orang warga, Asep (32) dan Burhan (38) membantu Agus. Namun, karena kalah jumlah, keempatnya terluka parah.
"Dia (Adi) bantuin kakaknya, tapi dipukulin juga. Banyak benar ormasnya. Adi hidungnya berdarah, dan bibirnya jontor karena dipukulin," tutur Maisuroh.
Melihat kedua anaknya telah babak belur Maisuroh histeris. Namun, kelompok penyerang justru mencecar dan mengancam dirinya. "Saya bilang pukulin saja, saya nggak takut," jelasnya.
Melihat sang ibu diancam, Agus dan Adi yang sudah babak belur memanggil warga sekitar yang langsung mendatangi lokasi kejadian. Mendapat serangan balik dari warga, puluhan anggota ormas mundur. Namun, salah seorang anggota kelompok ormas bernama Suryahadi ditangkap dan sempat menjadi bulan-bulanan warga. Ia harus dirawat di Rumah Sakit Harum,
"Mereka pada kabur buru-buru. Beberapa motor mereka sampai ada yang tertinggal," kata Maisuroh.
Hingga sekitar pukul 17.30 WIB, suasana di sekitar lokasi masih mencekam. Di beberapa titik di sekitar lokasi, puluhan anggota ormas tersebut sempat berjaga-jaga sambil menenteng kayu, bambu, dan senjata tajam.
Demikian juga dari kelompok warga. Beberapa akses jalan menuju ke lokasi kejadian ditutup warga sekitar agar tidak diserang kembali oleh ormas tersebut.
Situasi mulai mereda setelah pihak kepolisian datang ke lokasi dan membawa kedua korban ke rumah sakit. Para anggota ormas membubarkan diri setelah berhasil mengambil motor mereka yang sempat ditinggalkan di lokasi kejadian.
Asdari yang ditemui di Mapolsek Duren Sawit menuturkan, dirinya bersama anggota ormas mendatangi rumah Agus untuk mengklarifikasi permasalahan burung dara ini. Pasalnya, sekitar pukul 14.00 WIB, Asdari mendapat kabar, sang istri yang sedang dirumah diancam oleh Agus dengan mengacungkan sebilah golok.
"Saya di SMS sekitar jam 14.00 WIB, saya sampai rumah jam 15.00 WIB sama Bang Asmul. Belum sempat apa-apa tiba-tiba ada yang provokasi," kata Asdari.
Provokasi ini, kata Asdari, yang membuat kedua kelompok terlibat bentrok.
"Penyebabnya karena kotoran burung, lalu terlibat bersitegang padahal masih tetangga dan masih saudara. Pada saat bersitegang ada beberapa anggota sebuah ormas yang membela salah seorang yang berkelahi itu," kata Kapolsek Duren Sawit Kompol Imran Gultom saat dikonfirmasi wartawan.
Imran mengatakan, situasi di lokasi kejadian saat ini berangsur kondusif. 20 anggota kepolisian yang dikerahkan telah berupaya memediasi antara kedua kelompok yang bertikai.
"Kasusnya saat ini ditangani oleh Polres Jakarta Timur," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




