Menteri Pertahanan AS: Militer Amerika Sudah Siap Serang Suriah
Selasa, 27 Agustus 2013 | 20:43 WIB
Jerudong - Pasukan Amerika Serikat "siap diterjunkan" jika memang serangan militer ke Suriah jadi digelar, demikian kata Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel kepada BBC, Selasa (27/8). Ia juga menyebutkan adanya bukti yang menunjukkan bahwa Suriah menggunakan senjata kimia dalam perang saudara yang berlangsung di negara itu.
Komentar Hagel yang sedang dalam lawatan ke Asia Tenggara itu, memperkuat spekulasi bahwa AS dan sekutunya di Eropa tengah bersiap menggelar serangan militer ke Suriah, setelah adanya dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Bashar al Assad dalam perang saudara melawan para pemberontak di negeri itu.
"Kami sudah bersiap-siap. Kami sudah memindahkan sejumlah aset (militer) di tempatnya agar bisa menjalankan dan mengikuti semua opsi yang akan diambil oleh presiden (Barack Obama)," kata Hagel di Jerudong, Brunei Darussalam.
"Kami siap diterjunkan," tegas Hagel.
Dalam wawancara itu Hagel mengatakan Washington akan segera membuka bukti yang menunjukkan bahwa rezim Suriah menggunakan senjata kimia di pinggiran kota Damaskus pekan lalu.
"Suriah menggunakan senjata kimia melawan warganya sendiri. Kami punya informasi dan data intelijen yang lebih dari cukup untuk disajikan di sini," kata Hagel yang berada di Brunei untuk menghadiri pertemuan para menteri luar negeri ASEAN yang digelar mulai 28 hingga 29 Agsutus.
Setelah berbicara dengan koleganya dari Inggris dan Prancis via telepon, Selasa pagi, Hagel mengatakan sekutu-sekutu AS dan hampir seluruh dunia yakin bahwa rezim Al Assad berada di belakang serangan senjata kimia tersebut.
"Menurut saya sebagian besar sekutu, sebagian besar mitra, dan hampir seluruh komunitas internasional yang berbicara dengan kami, tinggal punya sedikit keraguan bahwa dasar paling utama dari standar kemanusian internasional sudah dilanggar dalam penggunaan senjata kimia untuk melawan rakyatnya sendiri," ujar Hagel.
Menurut dia tidak diragukan lagi siapa yang melancarkan serangan senjata kimia yang, menurut pihak pemberontak Suriah, telah menewaskan 1300 orang.
"Data-data intelijen akan menyimpulkan bahwa bukan pihak pemberontak yang melancarkan serangan itu dan ada data intelijen yang menunjukkan ... bahwa pemerintah Suriah bertanggung jawab (atas serangan itu)," tambah dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




