Laba Bersih PGN Semester I-2013, US$ 457,5 Juta

Minggu, 1 September 2013 | 14:03 WIB
RP
B
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: B1

Petugas memutar katup untuk memasukan gas kedalam pipa di Stasiun Penerima dan Penyalur Gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di Bojonegoro, Serang, Banten.
Petugas memutar katup untuk memasukan gas kedalam pipa di Stasiun Penerima dan Penyalur Gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di Bojonegoro, Serang, Banten. (Antara)

Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) membukukan laba bersih pada semester pertama 2013 sebesar US$ 457,5 juta, atau meningkat 12 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 409,8 juta.

Peningkatan laba bersih tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 26 persen dari US$ 1.183,0 juta pada semester I – 2012, menjadi US$ 1.491,7 juta pada paruh pertama tahun ini.

Sementara EBITDA margin PGN pada semester I-2013 mencapai USD 573,6 juta dengan total aset perusahaan sebesar US$ 3.674,6 juta.

Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso mengatakan, meningkatnya kinerja perusahaan di semester I-2013 berasal dari bisnis distribusi dan transmisi serta kontribusi dari anak perusahaan.

Sampai Juni 2013, volume distribusi gas PGN mencapai 827 MMSCFD, meningkat daripada periode sama tahun 2012 sebesar 800 MMSCFD. Sedangkan volume gas dari usaha transmisi PGN dan anak Perusahaan sebesar 876 MMSCFD.

Peningkatan volume distribusi gas PGN sejalan dengan meningkatnya volume pasokan yang diperoleh dari pemasok. Namun, khusus usaha distribusi PGN di SBU 3 Medan, jumlah pasokan gas berkurang akibat terjadinya penurunan alamiah di sumur gas milik pemasok.

"PGN akan terus berusaha untuk memperkuat dan meningkatkan pasokan gas sejalan dengan pengembangan infrastruktur dan pasar gas bumi di dalam negeri. Langkah ini merupakan upaya PGN untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mewujudkan transformasi energi ke gas bumi yang telah menjadi program dan komitmen pemerintah," kata Hendi dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (1/9).

Ia menuturkan, untuk meningkatkan kapasitas PGN di sektor hulu minyak dan gas bumi, telah dilakukan penyertaan dan akuisisi terhadap sejumlah blok migas di Indonesia. Sampai Juni 2013, PGN melalui Anak Perusahaan, PT Saka Energi Indonesia (Saka), telah melakukan penyertaan di tiga Blok migas antara lain di Blok Ketapang di Jawa Timur sebesar 20 persen, Blok Bangkanai di Kalimantan Tengah sebesar 30 persen, dan Blok Pangkah di Jawa Timur sebesar 25 persen.

"Langkah strategis PGN untuk masuk ke sektor hulu migas tersebut dalam jangka panjang kami harapkan dapat meningkatkan pasokan gas bagi pelanggan PGN dan menjaga kesinambungan bisnis distribusi perusahaan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan PGN, M. Riza Pahlevi menambahkan, kondisi ekonomi global juga memberikan pengaruh terhadap kinerja keuangan Perusahaan pada semester 1- 2013.

Kebijakan ekonomi Jepang untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi yang mempengaruhi pelemahan nilai tukar mata uang Yen, dan mulai membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS) yang diikuti penguatan nilai tukar mata uang Dolar Amerika, berpengaruh terhadap pendapatan selisih kurs yang berasal dari translasi aset dan kewajiban dalam mata uang Yen ke Dolar Amerika, dan transaksi dari kegiatan usaha PGN dalam mata uang asing.

"Pelemahan mata uang asing terhadap mata uang dollar Amerika Serikat memberikan keuntungan selisih kurs (neto) kepada PGN sebesar US$ 68,2 juta," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon