Reksadana Jadi Alternatif Berinvestasi di Tengah Inflasi

Senin, 2 September 2013 | 16:58 WIB
FF
FB
Penulis: Firman Fernando | Editor: FMB
Karyawan berjalan di depan papan yang menunjukkan pergerakan pedagangan saham di Galeri Mandiri Sekuritas di Jakarta, Senin (26/8). BeritaSatu Photo/SP-Ruht Semiono
Karyawan berjalan di depan papan yang menunjukkan pergerakan pedagangan saham di Galeri Mandiri Sekuritas di Jakarta, Senin (26/8). BeritaSatu Photo/SP-Ruht Semiono (Suara Pembaruan/SP/Ruht Semiono)

Jakarta - Di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap valuta asing khususnya dolar Amerika Serikat, reksadana dapat menjadi pilihan tepat untuk berinvestasi.

Hal tersebut disampaikan perwakilan Mandiri Sekuritas dalam penandatanganan perjanjian kerjasama antara pihak Mandiri Sekuritas yang diwakili oleh Laksana W. Widodo, Direktur Capital Market Mandiri Sekuritas dan 6 perusahaan Manajemen Investasi (MI), yaitu PT. Mandiri MI, PT. Batavia Prosperindo Asset Management, PT. Eastspring Investment Management, PT. AAA Asset Management, PT. Ashmore Asset Management Indonesia, dan PT. Ciptadana Asset Management di Ritz Calton, Jakarta pada Senin (2/9).

"Optimisme kami (Mandiri Sekuritas) dalam kerjasama mendukung perkembangan reksadana di Indonesia dengan enam MI yang ada didasari pada kondisi perekonomian yang saat ini masih lumayan stabil walaupun nilai tukar valuta asing terhadap rupiah masih kuat. Selain itu keberadaan 22.000 nasabah yang tersebar di 25 cabang dan 14 kota di Indonesia menjadi modalnya," ujar Laksono W. Widodo

"Kami melihat potensi masyarakat kelas menengah sebagai pasar yang potensial bagi segmen ritel kami, untuk itu demi menjaring lebih banyak nasabah maka kami juga terus melakukan terobosan,"ujar Laksono W.Widodo

Perusahaan-perusahaan Management Investasi yang turut bekerja sama dengan Mandiri Sekuritas menargetkan sampai di angka Rp. 6 Triliun di akhir tahun 2013.

"Sampai saat ini kami masih menargetkan pencapaian angka 6 triliun rupiah untuk reksadana, selain itu sampai saat ini, kendala yang dihadapi masih seputar edukasi yang kurang di masyarakat dan perusahaan yang hendak berinvestasi selain membeli saham," ujar salah satu perwakilan dari PT. Eastspring Investment Indonesia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon