Pengamat: Foke, Yusron, dan Ito Sumardi Bisa Wakili Indonesia Sebagai Dubes

Selasa, 3 September 2013 | 17:19 WIB
CO
FB
Penulis: Carla Isati Octama | Editor: FMB
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (Antara)

Jakarta - Pemerintah mengajukan 20-an nama calon duta besar kepada Komisi I DPR. Diantaranya terselip beberapa nama yang sudah familiar seperti Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, adik dari Yusril Ihza Mahendra yakni Yusron Ihza Mahendra.

Pengamat hubungan internasional, Hikmahanto Juwana, menilai nama-nama tersebut bisa menjadi wakil Indonesia sebagai dubes.

"Dubes itu kan jabatan politis. Yang penting adalah seorang dubes bisa menjadi administrator, bisa menjadi orang tengah antara Indonesia dan negara yang ia tempati, serta memahami negara tersebut," ujar Hikmahanto saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (03/09).

Fauzi Bowo menurutnya bisa saja menjadi dubes untuk Jerman. Hikmahanto melihat Fauzi Bowo pernah menjadi administrator, dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta. Selain itu, faktor Foke yang pernah tinggal dan belajar di sana menjadi faktor pendukung.

"Foke dan Yusron kan pernah di sana. Yusron juga pernah menjadi mahasiswa dan bekerja di Jepang. Walaupun tidak ada background dari Kemenlu, mereka paling tidak tahu dengan negara tempat mereka nanti menjadi dubes," tambahnya.

Untuk Ito Sumardi yang dicalonkan menjadi duta besar untuk Myanmar, Hikmahanto melihat beberapa dubes sebelumnya untuk negara tersebut kebanyakan berasal dari kalangan polisi maupun militer.

Namun Hikmahanto menambahkan, siapapun nantiinya yang akan menjadi duta besar Indonesia di negara-negara tersebut, haruslah bisa mewakili kepentingan Indonesia.

"Dubes itu harus bisa menyuarakan kepentingan Indonesia yang positif tentunya, serta bisa amanah dalam menjalankan tugasnya," tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon