"ModMuse", Cerminan Perempuan Panutan di Mata Sebastian Gunawan
Rabu, 4 September 2013 | 13:26 WIB
Jakarta - Desainer kenamaan Indonesia Sebastian Gunawan bersama partnernya Cristina Panarese kembali menunjukkan kepiawaian mereka dalam memadu rancang busana. Bertempat di Hotel Mulia Jakarta, Selasa (3/9), di bawah label Sebastian Gunawan, kedua perancang ini menggelar pagelaran busana bertajuk "ModMuse".
Berasal dari paduan kata "Modern" dan "Muse", pagelaran kali ini, menurut Sebastian, terinspirasi dari beragamnya tipe perempuan. "Saat ini ada beragam tipe perempuan. Ada yang playful, sporty, elegan, dan sebagainya. Bila di masa lalu 'muse' diartikan sebagai sosok inspirasi atau panutan yang khusus (biasanya selebriti), namun saat ini sudah membaur. Setiap perempuan bisa menjadi 'muse'," jelas perancang yang akrab disapa Seba ini sebelum pagelaran.
Ditambahkan Sebastian, di era informasi yang serba cepat, semua orang punya kesempatan untuk mencari informasi terkait fashion dan menerjemahkannya ke dalam busana. Ejawantahan informasi tentang fashion itulah kemudian tercermin dalam pemilihan gaya seseorang. Berpadu dengan aplikasi seperti Instagram dan situs gaya di internet, maka seseorang dengan mudahnya menjadi panutan bergaya untuk orang lain.
"Banyak orang yang menunjukkan gayanya di Instagram, kemudian gayanya ditiru banyak orang, lalu ia pun menjadi panutan. Asalkan ia punya kepercayaan diri, tahu cara berpakaian, siapa pun kini bisa menjadi muse," tegasnya.
Dari 118 koleksi yang ia tampilkan malam itu, Sebastian menunjukkan beragam gaya perempuan. Secara garis besar, bisa ditebak tipe perempuan yang digambarkan Sebastian lewat pemilihan garis rancang, pemilihan bahan, warna, dan detail busana.
Di awal peragaan, terlihat koleksi yang menunjukkan sosok perempuan yang feminin dan manis. Kesan ini terpancar lewat pemilihan warna kontras biru-turkuois-jingga dalam satu busana. Ditambah lagi potongan busana yang superfeminin dari rok mengembang dari bahan sutera mengilat dipadu atasan berbahan lace.
Berlanjut ke rangkaian koleksi berikutnya, rangkaian busana dari bahan beludru dan sekuin berwarna keemasan yang jatuh memeluk tubuh. Mencerminkan gaya perempuan anggun yang percaya diri dengan bentuk kujurnya, koleksi ini menjunjung keindahan tubuh perempuan yang mengenakannya. Tanpa banyak detail, koleksi ini mengeluarkan sisi sensual sekaligus kekuatan perempuan.
Koleksi berikutnya melanjut dari koleksi keemasan, namun banyak dipadu dengan detail dari payet dan manik berkilau dan warna-warni. Pola busana yang ditampilkan cukup simpel, tetapi banyak permainan ornamen buatan tangan. Paduan ini kemudian memberi kesan koleksi yang menarik tanpa berkesan haus perhatian.
Setelah rangkaian koleksi keemasan, hadir koleksi berwarna perak yang mencerminkan pribadi tenang dan tegas. Diikuti dengan koleksi yang didominasi warna biru tua. Dalam beberapa koleksi ini terlihat pula teknik lipatan bahan dan detail konstruksi pada rok yang tak biasa.
Diakui Sebastian, dalam merancang busana, ia tak mau terpaku dengan tren yang umumnya diikuti banyak perancang untuk memenuhi keinginan pasar. "Sebenarnya, desainer hanya menerka kecenderungan berbusana. Tetapi, saya tidak mau terpaku ke tren," singkatnya. Meski demikian, tak sedikit perancang yang menjadikan kreasi Sebastian sebagai panutan.
Beberapa kreasi menarik yang ditawarkan dari rancangan Sebastian dalam koleksi ini antara lain; kreasi dalam bermain dengan detail lipatan, draperi, kejelian dalam menekuk, memadukan tekstur bahan, penggunaan ekstra bahan untuk menciptakan kain menggelayut di bagian punggung, serta penggunaan manik serta payet berkilau.
Secara garis besar, koleksi Sebastian Gunawan kali ini berbeda dari biasanya karena tidak menggunakan warna hitam yang kerap terlihat dalam rangkaian koleksi-koleksi sebelumnya. Meski demikian, benang merah yang menyatukan koleksi untuk beragam tipe perempuan itu masih ada. Feminitas dan sofistikasi kemewahan rancangan khas Sebastian Gunawan masih kental terlihat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




