Ratusan Hektare Hutan Bakau di Sulut Rusak

Jumat, 6 September 2013 | 02:50 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Yukihiro Nono, Senior General Manager, Brand Strategy Group,  PT SEID tengah menanam pohon bakau.
Yukihiro Nono, Senior General Manager, Brand Strategy Group, PT SEID tengah menanam pohon bakau. (Istimewa)

Manado - 319 hektare hutan bakau atau mangrove di kawasan pesisir pantai Sulawesi Utara (Sulut) rusak, akibat aktivitas manusia.

"Hutan bakau punya peran penting dalam menyanggah daratan agar terhindar dari abrasi atau hantaman ombak secara langsung terhadap wilayah pesisir," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ronald Sorongan, di Manado, Kamis (5/9) malam.

Dia mengatakan, aktivitas manusia menjadi penyumbang terbesar bagi kerusakan hutan bakau yang tumbuh di pesisir pantai seperti penebangan liar untuk dijadikan kayu bakar, atau tiang pancang untuk aktivitas budidaya ikan di pesisir pantai.

Kerusakan lainnya, kata dia, juga diakibatkan dengan pemanfaatan daerah pesisir untuk sektor jasa, perdagangan, permukiman dengan melakukan penimbunan atau reklamasi material batu dan tanah ataupun budidaya perikanan.

"Kita bisa lihat di pesisir pantai yang ada di Manado sebarannya tinggal di beberapa tempat. Tapi beruntung di beberapa wilayah seperti di Kabupaten Minahasa Utara, pesisir pantai Minahasa Selatan, pesisir Bolaang Mongondow raya masih dijumpai tutupan hutan bakau," katanya.

Dia mengatakan, hutan bakau selain penyanggah daratan juga menjadi tempat ikan spesis tertentu meletakkan telur untuk ditetaskan.

Karena itu dia mengatakan, instansinya bekerja sama dengan instansi teknis terkait seperti balai taman nasional bunaken, badan lingkungan hidup provinsi, serta dinas kelautan dan perikanan, kelompok masyarakat serta akademisi dalam upaya pelestariannya.

"Paling penting adalah bagaimana mengembangkan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan nelayan pesisir, atau berupaya mengganti kayu bakar bakau dengan sumber lainnya yang lebih ramah lingkungan seperti pemanfaatan arang tempurung kelapa," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon