Lana Soelistianingsih

Idolakan Emil Salim

Jumat, 6 September 2013 | 10:10 WIB
RS
AB
Penulis: Ridho Syukro | Editor: AB
Lana Soelistianingsih
Lana Soelistianingsih (istimewa)

Menjadi seorang pengamat ekonomi dengan bekerja di Samuel Sekuritas saat ini bukanlah keinginan Lana Soelistianingsih sewaktu kecil. Dia sebenarnya mempunyai cita-cita menjadi searang insinyur. Keinginan tersebut berubah ketika dirinya beranjak remaja dan melihat sosok Emil Salim.

Menurut dia, Emil Salim merupakan seorang ahli ekonomi yang mempunyai pemikiran yang berkualitas dan mumpuni, terutama dalam hal menganalisis masalah-masalah ekonomi. Apa pun yang dibicarakan atau ditanggapi Emil Salim, diakuinya telah memengaruhi perekonomian nasional, khususnya dalam kebijakan yang dibuat pemerintah. Sepak terjang Emil Salim telah banyak menginspirasi dan mengubah jalan hidupnya.

"Sewaktu kecil, saya ingin sekali menjadi insinyur karena suka pelajaran matematika. Tapi ketika saya melihat sosok Emil Salim, keinginan tersebut berubah karena ternyata seorang pengamat ekonomi sangat dibutuhkan oleh negara. Saya pun memutuskan untuk mengambil jurusan studi pembangunan di Universitas Indonesia," ujarnya saat diwawancarai di kantornya, Menara Imperium, Jakarta, baru baru ini.

Dia menjelaskan, ilmu ekonomi merupakan hal yang sangat menyenangkan. Ilmu ini tidak hanya membahas mengenai teori, tetapi juga berkaitan dengan angka-angka dalam dunia nyata, antara lain pergerakan indeks harga saham gabungan di bursa saham maupun pencapaian pertumbuhan ekonomi.

Lana mengaku sangat puas apabila teori ekonomi yang telah dipelajarinya bisa diaplikasikan dalam dunia nyata untuk menganalisis detail permasalahan yang terjadi. Setelah menganalisis, seorang pengamat ekonomi dipastikan akan memberikan solusi maupun advice kepada masyarakat, pembuat kebijakan (policy makers), maupun kepada pengusaha atau investor atas permasalahan yang ada.

"Pengalaman pertama saya sebagai seorang pengamat adalah ketika diminta untuk mengamati dan menganalisis krisis ekonomi tahun 1998. Sejak itu, saya terus memperdalam pengetahuan tentang perekonomian," ungkapnya.

Moto hidup yang dipegangnya adalah dapat memberikan manfaat kepada publik. Sebagai seorang pengamat ekonomi, dia pun berharap analisisnya bisa bermanfaat untuk orang-orang yang berkecimpung di dunia finansial maupun makro ekonomi, di antaranya bagi pengusaha dan pemerintah.

Lana berharap pendapat atau analisis yang ia berikan dapat membantu banyak pihak dengan tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, dari sisi pengusaha dapat membantu keberlangsungan dunia usahanya, sedangkan bagi pemerintah memberikan solusi dalam membuat kebijakan yang tepat.

Yang Terbaik
Lana pun bertekad sebisa mungkin selalu memberikan analisis yang berkualitas. Sebab, jika sampai menyampaikan analisis yang asal-asalan, dampaknya akan sangat fatal. Jika di pasar modal, investor akan mengalami kerugian yang besar.

Karena itu, jika salah dalam menganalisis sesuatu, dia akan secepat mungkin mengoreksi dan merevisinya. "Manusia pasti melakukan kesalahan. Apabila saya melakukan kesalahan, secepat mungkin saya akan koreksi, karena saya tidak mau klien mengalami kerugian," ungkapnya.

Lana mengaku masih dalam proses belajar untuk menjadi seorang pengamat ekonomi yang andal karena banyak pengamat lain yang jauh lebih hebat daripada dirinya. Namun, setiap pengamat ekonomi pasti mempunyai kelebihan masing-masing dalam mengamati atau menganalisis suatu permasalahan.

Sebagai seorang pengamat ekonomi, dirinya juga mempunyai harapan Indonesia bisa menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Lana menilai, prediksi McKinsey yang menyatakan Indonesia akan menjadi negara maju nomor tujuh di dunia pada 2030 bisa menjadi kenyataan. Asalkan sumber daya manusia nasional terus ditingkatkan dan dipersiapkan dari sekarang.

Sementara itu, Lana mengaku, ketika dirinya sudah letih bekerja, aktivitas yang akan ia lakukan adalah merajut dan membuat kerajinan tangan. "Merajut adalah hobi yang paling saya suka karena bisa menghilangkan kejenuhan," ucapnya.

Semasa kuliah, ia cukup aktif membuat kerajinan dari hasil rajutan tangan. Tetapi setelah bekerja, kegiatan tersebut sudah sudah jarang dilakukannya. Walaupun begitu, ketika ada waktu luang, aktivitas yang pertama kali yang akan ia lakukan kembali kepada hobi lamanya itu, yaitu merajut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon