Ultah ke-10
Kebab Turki Baba Rafi Optimistis Raih 4.000 Outlet di Tiga Benua
Selasa, 10 September 2013 | 00:38 WIBJakarta - Kebab Turki Baba Rafi - merek lokal yang mengelola jaringan gerai kebab - sekarang telah genap berusia 10 tahun. Selama satu dekade eksistensinya, Kebab Turki Baba Rafi telah mengukuhkan diri sebagai The World's Biggest Kebab Chain dengan memiliki lebih dari 1.200 outlet dan lebih dari 1.900 karyawan di Indonesia, Malaysia dan Filipina.
Dalam lima tahun ke depan, usaha yang didirikan pasangan muda Hendy dan Nilamsari Setiono ini, telah merilis rencana besar untuk terus menguasai pasar lokal dan memperluas eksistensinya di tiga benua, Asia, Eropa dan Timur Tengah.
"Kami ingin terus pioneer dan bersaing dengan merek-merek besar di dalam dan luar negeri. Visi-misi kami jelas, menjadikan Kebab Turki Baba Rafi merek lokal yang bukan hanya go international, tapi sukses dan berpengaruh di pasar dunia," kata pendiri dan CEO Baba Rafi Enterprise Hendy Setiono dalam rilisnya kepada Beritasatu.com baru-baru ini.
Penawaran menarik dan keikutsertaan di berbagai pameran menjadi salah satu cara Kebab Turki Baba Rafi meraih investor baru.
"Kami ingin mencapai 4.000 outlet dalam lima tahun ke depan, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Setelah memiliki 23 outlet di Malaysia dan 7 outlet di Filipina, kami akan memperluas eksistensi di negara-negara Asia lainnya dan menembus pasar Timur Tengah," tambah Hendy.
Untuk wilayah Eropa, lanjut dia, outlet pertama Kebab Turki baba Rafi akan dibuka di Belanda dalam tiga hingga lima bulan mendatang, kemudian bergulir hingga dibuka masing-masing 20 outlet di Belanda, Jerman, Belgia dan Inggris.
"Bulan ini, tim Kebab Turki Baba Rafi akan berangkan ke Belanda untuk persiapan final," tambah pria yang pernah menjadi peserta "The Apprentice Asia" ini.
Menurut Hendy, peluang pasar waralaba kebab di dalam negeri dan luar negeri masih sangat besar, karena masyarakat sudah mengenal makanan kebab, minat berwirausaha pun makin berkembang hingga dan memiliki investasi franchise adalah salah satu yang jadi pilihan berusaha.
"Selain itu, waralaba Kebab Turki Baba Rafi masih sangat diminati karena memiliki konsep, sistem, tim, supply chain dan standarisasi yang solid, serta riset dan pengembangan yang terus berinovasi untuk menjadikan produk-produk dan layanan kami diterima pasar," jelasnya.
Optimisme Hendy bukannya tak beralasan, selama 10 tahun ini, Kebab Turki Baba Rafi memiliki kinerja yang solid. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah investor dan outlet yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun.
"Dalam kurun lima tahun, rata-rata terdapat 77 investor per tahun dan 150 outlet baru per tahun. Sementara di kuartal pertama hingga kuartal ketiga yang masih berjalan, kami memiliki 90 investor baru dan 132 outlet baru, melonjak signifikan dari pertumbuhan total 86 investor dan 128 outlet di periode yang sama tahun
lalu," ujar Hendy.
Sementara itu, bagi Nilamsari Setiono, yang mendirikan usaha ini bersama Hendy dan saat ini menjabat sebagai Direktur Pemasaran Baba Rafi Enterprise, eksistensi 10 tahun ini memiliki kesan tersendiri.
"Tak hanya mensyukuri kinerja kami selama 10 tahun ini, kami juga bangga telah menciptakan kebab dengan citarasa Indonesia yang disukai di nusantara dan dunia. Usaha kami telah tumbuh dari usaha mikro menjadi usaha menengah serta menjadi merek lokal yang go international dan beranjak memiliki global success and influence. Pada ulang tahun ke-10 ini, kami menyambut dan melangkah menuju dekade berikutnya penuh semangat," jelas Nilamsari.
Berawal dari Kebab Turki Baba Rafi, bisnis keduanya telah berkembang. Mereka mendirikan perusahaan induk Baba Rafi Enterprise yang menaungi bisnis waralaba Ayam Bakar Mas Mono dan Bebek Garang, dua usaha kuliner yang sebelumnya sukses dikelola seorang pebisnis, namun kemudian bergabung dengan Baba Rafi Enterprise untuk dikembangkan dengan konsep waralaba.
Berkat tangan dingin Hendy dan Nilam serta sistem dan dukungan tim yang solid, Ayam Bakar Mas Mono berkembang dari 5 outlet yang dimiliki dan dioperasikan sendiri, kini telah memiliki 60 cabang, 38 di antaranya dimiliki investor, termasuk 1 outlet di Malaysia.
Sementara untuk Bebek Garang, telah berkembang dari 5 outlet yang dimiliki dan dioperasikan sendiri, kini setelah bergabung dengan Baba Rafi Enterprise, telah dibuka 10 restoran/outlet yang di antaranya dimiliki investor.
Hebatnya lagi, Baba Rafi Enterprise juga tengah mengembangkan sebuah makanan lokal yang potensial asal Yogyakarta: Cokro Tela Cake.
Bisa dibilang, keberhasilan Kebab Turki Baba Rafi selama 10 tahun ini dan kiprahnya mengembangkan merek-merek kuliner lokal lainnya merupakan pembuktian bahwa merek lokal Indonesia bisa menembus dan sukses di pasar internasional.
Hal ini tentunya semakin memacu kreativitas dan motivasi para pengusaha lokal untuk menciptakan produk dan jasa yang berdaya saing di skala internasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




