Ahok: Tak Dibenarkan, CSR untuk Perbaikan Instalansi Listrik

Selasa, 10 September 2013 | 16:33 WIB
LT
FH
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FER
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Istimewa/Istimewa)

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama menegaskan penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) tidak bisa digunakan untuk penggantian instalansi listrik rumah-rumah warga di pemukiman padat dan kumuh.

"Ya nggak bisa lah dana CSR untuk itu," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (10/9).

Hal itu tidak dibenarkan, lanjutnya, dikarenakan umumnya kawasan kumuh yang digunakan warga adalah lahan ilegal. Sehingga apa pun yang dilakukan untuk memperbaiki pemukiman maupun instalansi listriknya, akan barakibat masalah hukum bagi Pemprov DKI.

"Karena mereka kan tinggal di daerah-daerah pemukiman terlarang. Kalau tidak terlarang kan kita bisa bedah kampung. Bikin bagus untuk rumah dan listriknya segala. Kalau mereka tinggal di daerah terlarang nggak boleh," ujarnya.

Maka dari itu, Ahok terus mendorong warga yang tinggal di kampung kumuh agar mau pindah ke rumah susun (rusun) yang akan disiapkan Pemprov DKI. Pemindahan warga kawasan kumuh itu akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan pembangunan rusun yang akan rampung juga secara bertahap.

"Makanya kita dorong terus mereka untuk tinggal di rusun. Tapi kami belum tahu kapan akan dilaksanakan, karena sekaran masih disiapin rusunnya dulu," tuturnya.

Sebelumnya, jaringan kabel listrik di kawasan kumuh sudah tidak layak digunakan, kabel listrik banyak yang terkelupas digigit tikus dan sambungan listriknya sudah tidak sempurna. Kondisi seperti ini harus segera diperbaiki agar dapat menekan kasus kebakaran yang kerap kali terjadi kawasan kumuh.

Seharusnya, pemilik rumah peduli untuk memperbaiki sambungan listrik dan jaringan kabel yang rusak. Namun, selalu saja permasalahan tidak punya dana menyeruak. Karena itu, Subedjo akan mencoba mencarikan dana corporate social responsibility (CSR).

"Mestinya yang punya rumah harus peduli untuk perbaiki instalans listriknya. Tapi selalu terbentur alasan nggak punya duit. Bagaimana kalau nggak punya duit. Ya gimana mau maksanya. Bisa juga ya minta CSR dari swasta. Minta bantuan untuk pemasangan instalansi listrik," paparnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon