Sarihusada & PKPU Gelar Program Srikandi Academy

Kamis, 12 September 2013 | 20:19 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Medical Director Sarihusada Ahmad Hamdani (kanan) secara simbolis menyerahkan plakat Program Srikandi Academy kepada Sekretaris Daerah Jawa Barat Wawan Ridwan (kiri) yg mewakili Gubernur Jawa Barat. Program ini bertujuan untuk memenuhi kekurangan bidan di wilayah Jawa Barat dan diharapkan mampu menurunkan angka kematian ibu dan anak dibandingkan provinsi lainnya.
Medical Director Sarihusada Ahmad Hamdani (kanan) secara simbolis menyerahkan plakat Program Srikandi Academy kepada Sekretaris Daerah Jawa Barat Wawan Ridwan (kiri) yg mewakili Gubernur Jawa Barat. Program ini bertujuan untuk memenuhi kekurangan bidan di wilayah Jawa Barat dan diharapkan mampu menurunkan angka kematian ibu dan anak dibandingkan provinsi lainnya. (Istimewa)

Jakarta - PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) bersama Danone Ecosysteme dan PKPU menggelar program Srikandi Academy sebagai upaya meningkatkan kompetensi para pelajar lulusan Akademi Kebidanan untuk menjadi bidan yang siap terjun ke tengah masyarakat.

Program yang didukung oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ini, juga menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dengan tujuan utama adalah untuk memenuhi kekurangan bidan di wilayah Jawa Barat dan diharapkan mampu menurunkan angka kematian ibu dan anak di tanah Pasundan yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya.

Dalam kesempatan upacara kesiapan Srikandi Academy sendiri, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat Wawan Ridwan beserta jajarannya.

Program Srikandi Academy merupakan tindak lanjut atas Program 1000 Bidan rancangan Gubernur Jawa Barat yang memberi beasiswa kepada siswa lulusan SMA untuk melanjutkan D3 maupun D4 di sekolah kebidanan.

"Peran Bidan sebagai tenaga medis yang membantu kelahiran sangat strategis, mengingat 60 persen dari 4,6 juta per tahun kelahiran di Indonesia ditangani oleh Bidan," ujar Medical Director Sarihusada Ahmad Hamdani di Bandung, Kamis (12/9).

Lebih lanjut Hamdani mengungkapkan, untuk tahap awal, program ini akan mengambil 45 peserta dari lima kabupaten di Jawa Barat dengan angka kematian ibu dan anak yang tinggi yaitu Bogor, Cianjur, Garut, Sukabumi dan Tasikmalaya.

Menurutnya, 45 bidan peserta program Srikandi Academy siap untuk diterjunkan dan mengabdi ke pelosok Jawa Barat ditempat dimana masyarakat membutuhkan keahlian mereka.

"Nantinya, semua bidan yang lolos itu akan dikembalikan ke desa mereka. Disana, mereka sudah dibekali ilmu kebidanan hingga manajemen, juga dibekali bantuan perlengkapan kerja," tambah Hamdani.

Melalui Srikandi Academy, sejumlah bidan yang belum mendapatkan porsi dalam Program 1000 Bidan akan mendapat tambahan pengalaman praktek hingga difasilitasi untuk membuka klinik praktek sebagai bidan desa.

Proses seleksi Srikandi Academy sendiri dimulai sejak Oktober 2012 lalu. Para peserta yang lolos mendapatkan pelatihan dalam kelas pada bulan April-Mei 2013. Untuk metode pengajaran, Sarihusada menggandeng IBI, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang memberikan materi berupa keterampilan teknis mencakup segala aspek praktis kebidanan.

Selain itu untuk memberikan bekal manajerial, PKPU hadir dengan materi tentang keuangan mikro dan manajemen organisasi. Program kemudian dilanjutkan dengan kesempatan magang di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada bulan Juni - Juli 2013.

"Usai program, peserta akan mendapatkan fasilitas peralatan praktek yang lengkap sesuai standar Kementerian Kesehatan untuk membuka klinik secara mandiri di wilayah masing-masing. Fasilitas yang sifatnya dana bergulir ini juga diharapkan bisa membantu pada bidan lain yang belum mendapatkan kesempatan bergabung dalam program ini," kata Agung Notowiguno, CEO PKPU.

Program Srikandi Academy ini juga memberikan pendampingan, mentoring dan pengawasan selama 1 tahun oleh PKPU dan IBI untuk membantu masalah-masalah pada awal penempatan sebagai bidan baru, pengelolaan klinik baru dan membantu menumbuhkan kemandirian dalam tugas keseharian sebagai Bidan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon