Jelajah Lombok dengan Murah
Sabtu, 14 September 2013 | 16:05 WIB
Lombok - Bertualang di negeri sendiri terkadang tidak menjadi prioritas utama masyarakat Indonesia. Kita lebih suka memilih destinasi di luar negeri. Fenomena ini terjadi karena ongkos perjalanan dalam negeri jauh lebih mahal dibandingkan dengan tiket pesawat ke luar negeri.
Namun hal itu tidak sepenuhnya benar. Bertualang di negeri sendiri pun bisa dilakukan dengan dana yang murah. Asal tahu trip dan triknya, biaya perjalanan dalam negeri bisa jauh lebih murah dibandingkan ke luar negeri. Percayalah, pemandangan alam Indonesi jauh lebih indah dibandingkan negara di dunia lainnya.
Mari berkunjung ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Di provinsi ini, kita bisa menikmati pemandangan pantai yang luar biasa indah. Tak seperti Bali yang pantainya sudah cenderung kotor, pantai-pantai di NTB masih bersih dan cantik. Pantai Senggigi di Lombok, Kuta Lombok dan pantai-pantai di tiga pulau, yaitu Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno adalah destinasi wajib ketika berkunjung ke NTB.
Tak mahal untuk bisa berwisata pantai di sini. Triknya adalah berkunjung bukan di musim liburan. Dengan trik semacam ini, kita bisa mendapatkan tiket Jakarta-Lombok seharga Rp 600.000. Atau, jika ingin lebih murah lagi, pilih tiket pesawat tak langsung ke Lombok. Bisa lewat Surabaya atau Denpasar. Jika melalui Denpasar, ongkos akan jauh lebih murah. Karena kita bisa menaiki kapal fery seharga Rp 40.000 menuju Lombok.
Bagi yang memilih transportasi pesawat, kita bisa menaiki bus damri seharga Rp 30.000 untuk mencapai Senggigi. Menginap semalam di Senggigi merupakan pilihan tepat. Di sini kita bisa menikmati pantai Senggigi yang berpasir putih. Soal penginapan, sebaiknya pilih yang agak jauh dari pantai. Karena, semakin dekat dengn pantai semakin mahal harga penginapan. Kita bisa mencari penginapan seharga Rp 100.000 per malam. Akan lebih murah jika kita bertualang berdua, karena seluruh pengeluaran akan dibagi dua.
Apabila penginapan berlokasi jauh dari pantai, sewalah sepeda. Harganya hanya Rp 35.000 per hari. Jika pandai bernegosiasi, mungkin harga sewa Rp 25.000 per hari bisa didapat.
Jika sudah puas menikmati keindahan pantai Senggigi, sekarang saatnya kita pindah ke Gili Trawangan. Untuk mencapai Gili Trawangan, ada beberapa alternatif transportasi, yaitu taksi dan shuttle bus. Sebaiknya naik shuttle bus, karena perjalanan cukup jauh hingga satu jam. Shuttle bus menuju pelabuhan Bangsal dihargai Rp 70.000 hingga Rp100.000. Ongkos itu sudah termasuk tiket menyebrang ke Gili Trawangan.
Tapi jangan khawatir, perjalanan satu jam menuju pelabuhan tidak akan membosankan. Karena sepanjang jalan, kita bakal disuguhi pemandangan cantik bibir pantai senggigi yang terbentang hingga pelabuhan. Minta supir shuttle bus berhenti sejenak untuk berfoto dengan latar pantai Senggigi dan pegunungan.
Shuttle bus tidak langsung mengantar sampai Pelabuhan. Kita harus berjalan sekitar 300 meter. Jika malas berjalan, bisa naik cidomo, sebutan orang lokal untuk kereta kuda. Cukup keluarkan uang Rp 10.000.
Sampai di pelabuhan, kita hanya perlu menukar kuitansi dengan tiket kapal. Tunggu beberapa saat sampai jumlah penumpang mencapai 30 orang, maka jangkar kapal akan segera ditarik dan kapal siap berlayar.
Lama perjalanan pelabuhan Bangsal- Gili Trawangan adalah 40 menit. Lagi-lagi, kita tidak akan bosan karena pemandangan di laut yang begitu indah.
Selamat datang di Gili Trawangan. Pulau tempat berpesta ini banyak memiliki tempat penginapan murah. Kita bisa memilih penginapan yang sesuai dengan kantong. Jika ingin murah, maka tinggallah di homestay. Biaya untuk menginap di homestay mulai dari Rp 100.000.
Untuk yang benar-benar berjiwa petualang, bisa mencoba tinggal di hotel yang menyediakan kamar asrama. Tidur dalam satu kamar belasan dengan orang asing akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Untuk kamar jenis dorm ini, kita cukup membayar Rp 90.000 per malam.
Selama di Gili, banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Berjemur di pantai salah satunya. Sebagian pantai di Gili sudah diblok oleh hotel dan cafe. Untuk bisa bersantai pantai yang sudah menjadi bagian hotel atau cafe, ada tarif khusus. Tarif tersebut untuk membayar makanan atau minuman yang kita pesan di situ.
Jika ingin snorkeling, bisa menyewa masker, snorkel dan fin seharga Rp 35.000. Alat-alat itu bisa kita gunakan sepanjang hari. Alternatif lainnya adalah dengan bersepeda mengelilingi Gili Trawangan. Satu pulau bisa kita kelilingi dengan bersepeda selama satu jam. Untuk sewa sepeda seharian, kita cukup membayar Rp 35.000.
Apabila ingin snokeling di area yang memang menyajikan pemandangan bawah laut yang indah, ikutlah tur. Dengan Rp 100.000, kita mendapatkan tumpangan boat menuju tiga lokasi snorkeling dan alat-alat snorkeling. Jika beruntung, saat snorkeling kita bisa bertemu dengan kura-kura.
Yang sayang dilewatkan dari Gili Trawangan adalah menikmati keindahan matahari tenggelam. Menjelang petang, orang-orang akan berjalan atau bersepeda ke arah Barat untuk mengejar matahari tenggelam.
Untuk urusan perut, makanlah makanan lokal. Mayoritas cafe atau restoran di sekitar pantai di Gili Trawangan menawarkan makanan a la barat dan barbeque. Namun, makanan lokal masih bisa ditemukan tersembunyi. Harus rajin-rajin melihat kanan kiri untuk menemukan restoran lokal.
Makan di warung lokal, kita bisa menikmati makanan khas Lombok, yaitu ayam taliwang. Dengan uang Rp 35.000, kita bisa menyantap satu ekor ayam taliwang lengkap dengan nasi, lalapan dan sambal.
Tak lengkap rasanya jika sudah di Trawangan, namun tak mengunjungi Gili Meno dan Gili Air. Tiketnya murah, yaitu Rp 25.000 sekali jalan. Di dua pulau yang ditempuh tak lebih dari 30 menit itu, kita bisa menikmati pantai yang lebih tenang dan indah dibandingkan pantai di Trawangan. Baik Gili Air dan Gili Meno cocok untuk mereka yang suka ketenangan.
Kita tak perlu menginap di dua pulau ini. Cukup pulang pergi. Berangkat pagi, sekitar pukul 08.00 dan pulang pukul 16.00. Mengapa tak perlu menginap, karena hotel maupun homestay di dua pulau ini harganya tak cukup bersahabat. Beberapa jam saya menikmati pantai di Gili Air dan Meno sudahlah cukup. Sebenarnya, di Gili Meno adalah Taman Burung yang dikelola oleh orang Australia. Namun, untuk bisa masuk dan melihat koleksi burung di situ dipatok tarif Rp 60.000 per orang.
Malam di Gili Trawangan adalah saatnya berpesta. Beberapa bar dan cafe akan menggelar pesta semalaman. Setiap harinya mereka bergantian untuk menghelat pesta. Akses ke pesta hanya dengan membeli minuman yang dijual di cafe atau restoran tersebut.
Di pesta ini, juga bisa dijadikan ajang memperluas pertemanan. Kita bisa berkenalan dengan turis asing pengunjung Gili Trawangan, yang mayoritasnya berasal dari Australia.
Nah, tak mahal kan liburan di negeri sendiri. Kita harus pintar-pintar menyusun rencana liburan. Jika perlu langganan newsletter semua maskapai lokal untuk mendapatkan informasi terkini soal promo penerbangan.
Kemudian sebelum berangkat, jangan malas untuk mencari informasi mengenai tujuan wisata. Buat itenerary yang berisi estimasi waktu, biaya, jenis transportasi yang digunakan dan mungkin barang bawaan. Selamat berlibur.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




