Abu Vulkanik Gunung Sinabung Selimuti Tanah Karo

Rabu, 18 September 2013 | 08:34 WIB
AS
FH
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: FER
Seorang anak mengendarai sepeda ketika melintas di ruas jalan Kota Brastagi yang tertutup debu vulkanik Gunung Sinabung, Karo, Sumut, Selasa (17/9). Gunung Sinabung Selasa siang kembali meletus dan mengakibatkan sejumlah kawasan di daerah tersebut terkena dampak debu vulkanik.
Seorang anak mengendarai sepeda ketika melintas di ruas jalan Kota Brastagi yang tertutup debu vulkanik Gunung Sinabung, Karo, Sumut, Selasa (17/9). Gunung Sinabung Selasa siang kembali meletus dan mengakibatkan sejumlah kawasan di daerah tersebut terkena dampak debu vulkanik. (Antara/Irsan Mulyadi)

Medan - Abu vulkanik letusan Gunung Berapi Sinabung masih menyelimuti pemukiman masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut). Letusan gunung yang disertai dengan gempa itu, sempat membuat masyarakat dilanda kepanikan.

Kekhawatiran masyarakat semakin bertambah, karena pemerintah kabupaten tidak mempunyai alat untuk memonitor setiap perkembangan aktivitas gunung tersebut. Selain itu, abu vulkanik terpaksa dihirup, sehingga tidak sedikit warga terserang penyakit.

"Tidak ada pemberitahuan dari pemerintah bila terjadi letusan. Kondisi ini yang membuat masyarakat panik setiap mengetahui adanya letusan. Penanganan bencana ini jauh dari yang diharapkan," ujar Rio Ginting (50) kepada SP di Kabanjahe, Rabu (18/9).

Rio Ginting merupakan salah seorang dari ribuan pengungsi akibat meletusnya Gunung Sinabung. Mereka terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya karena khawatir terhadap dampak letusan gunung itu.

"Tidak ada pemberitahuan melalui sirine oleh pemerintah setempat. Jadi wajar jika masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri bila mendengar suara letusan gunung. Letusan itu terkadang disertai dengan gempa yang kuat," katanya.

Berdata data yang dihimpun, jumlah pengungsi sudah mencapai 7.542 jiwa. Pengungsi tersebut ada di 12 titik, yakni Jambur Sempakata (2.308), Klasis GBKP (547), GBKP Kota/Gedung KKR (300), GBKP KOTA/Gedung Serbaguna (220), Jambur Payung (1700), Klasis barastagi (1560), Mesjid Agung (182), Zentrum (339), GBKP Simpang VI (36), Paroki (50), Jambur Tuah Lopati (200), Gedung KNPI (100).

Menko Kesra Agung Laksono, yang melakukan peninjauan ke lokasi pengungsi menyampaikan, upaya yang harus dilakukan pemerintah akibat letusan gunung adalah penyelamatan warga. Semua harus dieavakuasi dengan cepat, sehingga letusan gunung tidak sampai mengambil korban jiwa.

"Kemudian masyarakat pengungsi harus ditolong. Segala keperluan yang dibutuhan masyarakat selama mengungsi harus diberikan. Baik itu makanan, obat - obatan, tim media, air bersih maupun selimut. Jangan sampai masyarakat pengungsi itu diterlantarkan," sebutnya.

Lihat Juga Video PVMBG Sinabung: Potensi Letusan Susulan Masih Ada

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon