Wamenkumham Minta Vanny Dikirim ke Pusat Rehabilitasi

Jumat, 20 September 2013 | 17:59 WIB
NL
B
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: B1
Mantan kekasih terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman, Vanny Rossyane (dua kanan) digiring petugas ke ruang penyidik di Gedung Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, pada Selasa (17/9) siang. SP/Joanito De Saojoao
Mantan kekasih terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman, Vanny Rossyane (dua kanan) digiring petugas ke ruang penyidik di Gedung Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, pada Selasa (17/9) siang. SP/Joanito De Saojoao (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Denny Indrayana pernah mengatakan bahwa Vanny Rossyane adalah whistleblower (WB) dalam kasus penyalahgunaan fasilitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang oleh terpidana mati kasus narkotika Freddy Budiman.

Saat ini, Vanny tengah menghadapi masalah hukum sendiri, yaitu tertangkap karena menyalahgunakan narkotika pada Senin (16/9) lalu. Terkait hal tersebut, Denny mengatakan bahwa perkara pidana yang dialami Vanny saat ini adalah berbeda dengan perkara yang melibatkan Freddy.

"VR (Vanny Rossyane) adalah WB dalam konteks membantu mengungkap penyimpangan yang terbukti terjadi di Lapas Cipinang. Di sisi lain, kalau dia hanya pecandu sendirian, sebaiknya dibantu disehatkan dengan mengirim ke pusat rehabilitasi," kata Denny melalui pesan singkat, Jumat (20/9).

Oleh karena itu, Denny mengatakan, sebaiknya Vanny ditempatkan di pusat rehabilitasi. Selain itu, ia juga menyarankan agar Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan perlindungan hukum terhadap Vanny.

Sebelumnya, kuasa hukum Vanny, Windu Wijaya, mengaku telah meminta perlindungan ke LPSK. Sebab ia merasa kliennya dijebak, lantaran dianggap sebagai whistleblower membantu membongkar kasus terdakwa Freddy Budiman.

Hanya saja, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen (Pol) Arman Depari, mengatakan bahwa penangkapan Vanny tidak terkait dengan kasus yang lainnya. Dikatakannya, penangkapan Vanny lantaran adanya laporan masyarakat soal telah terjadinya penyalahgunaan narkoba di sebuah hotel di kawasan Jakarta Barat.

Seperti diketahui, Vanny sempat membuat heboh dengan kisahnya mengenai skandal Lapas Cipinang. Vanny mengaku dirinya kerap berhubungan seks dan memakai sabu di ruangan Lapas Narkotika Cipinang, bahkan ruang kerja Kalapas, bersama gembong narkoba Freddy Budiman. Pengakuan ini lantas membuat Kalapas Narkotika Cipinang, Thurman Hutapea, dicopot dari jabatannya beberapa waktu lalu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon