Indra Sjafri : Tak Satupun Pemain yang Menolak Jadi Penendang Penalti
Senin, 23 September 2013 | 21:13 WIB
Jakarta - Penantian masyarakat Indonesia melihat tim nasional (Timnas) sepak bola mengangkat piala di turnamen internasional berakhir sudah.
Kesuksesan Ilham Udin Armain menaklukkan kiper Vietnam Lee Van Truong pada adu tendangan penalti menyudahi puasa gelar Timnas selama 22 tahun.
Terakhir kali Timnas Indonesia meraih gelar internasional adalah medali emas SEA Games Manila 1991.
Minggu (22/9) malam, di Stadion Delta, Sidoarjo, Timnas U19 memang membuat jutaan pasang mata di seluruh Indonesia terpaku dan cemas mengikuti jalannya ketegangan adu penalti final Piala AFF U19.
Menendang penalti tak pernah menjadi sesuatu yang enteng. Apalagi jika momen itu datang pada sebuah laga final.
Seorang pemain sekaliber Arjen Robben pun pernah menolak mengambil tanggung jawab itu di final Liga Champions 2012 kala Bayern Muenchen bersua Chelsea.
Maka siapapun yang dengan berani maju bersiap menendang bola dari titik 12 pas adalah seorang pemberani.
Pelatih Timnas U19, Indra Sjafri mengatakan, saat ia memilih pemain yang bertugas mengeksekusi tendangan penalti, pengamatannya di sesi latihan menjadi pertimbangannya. Dan kemarin malam, para Garuda Muda bersikap ksatria.
"Tak ada satupun pemain yang menolak pas dipilih jadi eksekutor penalti. Semuanya berani maju," ungkapnya kepada BeritaSatu.com, Senin (23/9) malam.
Ketika kapten tim, Evan Dimas gagal menceploskan bola, Indra pun diam saja. Tak ada instruksi yang ia berikan.
"Saya nggak kasih instruksi apa-apa sama anak-anak. Nanti malah kasih beban, tekanan ke mereka," jelas Indra.
Diceritakan oleh Indra. seusai merayakan gelar juara di lapangan, para Garuda Muda bergembira di ruang ganti pemain. Para pemain muslim lalu melakukan sujud mensyukuri pencapaian gemilang malam itu. Tanpa terkecuali, semua pemain merayakan dengan emosional.
Terhitung mulai hari Senin (23/9), para pemain Timnas Garuda Muda mendapat libur selama tiga hari. Mereka diberi kebebasan dan privasi dari awak media yang ingin meminta tanggapan.
Target Timnas U-19 selanjutnya adalah lolos sebagai juara Grup G di kualifikasi Piala Asia yang dihuni Korea Selatan, Laos, dan Filipina.
"Tentu targetnya juara grup. Buat apa main dan nggak menargetkan juara," tegas pria asal Batang Kapas, Sumatera Barat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




