Di Media Sosial, Popularitas Jokowi Tidak Terkejar

Selasa, 24 September 2013 | 21:08 WIB
LJ
B
Penulis: Liberty Jemadu | Editor: B1
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membacakan naskah Dedication of Life Soekarno saat pembukaan Rakernas III PDI-P di Jakarta, Kamis (6/9).
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membacakan naskah Dedication of Life Soekarno saat pembukaan Rakernas III PDI-P di Jakarta, Kamis (6/9). (ANTARA FOTO/Dedi Ariadi)

Jakarta - Meski tidak mencalonkan diri dan belum dicalonkan oleh partai mana pun sebagai kandidat presiden di pemilihan umum 2014, popularitas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, di media sosial tidak bisa terkejar oleh kandidat presiden lainnya.

Politicawave, sebuah perusahaan riset media sosial di Tanah Air, dalam risetnya yang digelar selama periode 1 Maret hingga 31 Agustus 2013, menunjukkan bahwa popularitas Jokowi telah mencapai 60 persen.

"Tren di sosial media dikuasai oleh Jokowi, gap dengan calon-calon lain juga sangat jauh. Data tentang Jokowi di media sosial saja sudah membuat analis kami kepayahan menangkapnya. Sangat banyak," kata Yose Rizal, Direktur Politicawave, dalam diskusi bertajuk "Analisis Sosial Media Calon Presiden 2014" di Jakarta, Selasa (24/9).

Politicawave menganalisis 3.994.528 percakapan tentang calon presiden 2014 - dari 1,156.874 pengguna Twitter, Facebook, blog, dan media sosial lainnya - dan menemukan bahwa lebih dari 2,5 juta percakapan membahas tentang Jokowi.

Bandingkan dengan Dahlan Iskan yang hanya sekitar 296.000 pembicaraan (7%), Prabowo dengan sekitar 81.000 (2%), Aburizal Bakrie yang 112.146 (5%), atau Gita Wirjawan yang hanya 170.553 (4%).

Dari 1.156.874 pengguna media sosial yang dianalisis Politicawave, 879.859 akun membicarakan Jokowi. Di bawah Jokowi ada nama Dahlan Iskan yang dibicarakan oleh 120.292 akun, disusul Megawati yang disebut oleh 112.570 akun. Kandidat lain dibicarakan oleh kurang dari 100.000 akun.

Jika dijabarkan dalam peta wilayah Indonesia, popularitas Jokowi merata dari Sabang sampai Merauke. Hanya di Maluku dan Kalimantan Timur saja, nama Jokowi kalah dari kandidat lain. Di Maluku yang menjadi jawara adalah Mahfud MD sementara di Kaltim ada Dahlan Iskan. Itu pun Jokowi masih bertengger di urutan kedua atau ketiga.

Nama Jokowi disebut tidak hanya dalam isu politik. Dia juga paling banyak dibicarakan dalam hampir semua isu, mulai dari olahraga, ekonomi, kesehatan, pendidikan, transportasi, hukum dan keamanan, seni dan budaya, hingga lingkungan hidup.

Tidak hanya populer, percakapan tentang Jokowi juga didominasi oleh sentimen positif. Jika dibandingkan dengan nama-nama lain, sekali lagi, sentimen positif tentang Jokowi jauh di atas yang lain.

Sentimen terhadap Jokowi di media sosial mencapai skor 30,66. Hanya sedikit kandidat yang punya sentimen positif di media sosial. Mereka antara lain Hatta Rajasa dengan skor 0,46, Mahfud MD dengan skor 2,2, dan Jusuf Kalla dengan 5,21.

Aburizal Bakrie, yang disokong Golkar, mendapat nilai paling negatif. Pembicaraan tentang Bakrie didominasi nada negatif dan analisis Politicawave menunjukkan dia mendapat skor -22,15. Prabowo yang dijagokan Gerindra mendapat skor -3,24, Wiranto dengan Hanura-nya meraih nilai -7,8, sementara Megawati, ketua umum PDIP mendapat nilai -3,05.

"Sentimen negatif yang diterima Aburizal Bakrie banyak dipengaruhi oleh isu lumpur Lapindo dan penolakan pencalonan dirinya oleh internal Partai Golkar," jelas Yose.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon