Soal Irfan Bachdim, RD Serahkan pada PSSI
Selasa, 18 Oktober 2011 | 19:40 WIB
"Saya tidak bisa bilang apakah dia akan kembali ke tim atau tidak."
Irfan Bachdim telah memenuhi panggilan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, serta meminta maaf kepada pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan (RD), serta rekan-rekan setimnya. Tapi, Rahmad mengatakan bahwa dirinya tetap menyerahkan keputusan akhir kepada PSSI.
Usai dipanggil Komdis, Irfan memang langsung hadir dalam sesi latihan timnas U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (18/10), untuk berbicara dengan pelatih dan rekan setimnya. Pada kesempatan itu, pemain Persema Malang tersebut meminta maaf atas tindakannya yang membuat situasi menjadi tidak enak, seperti yang diungkapkan Rahmad.
"Secara pribadi, saya memaafkan Iran, dan tidak ada masalah. Tapi sebagai pelatih, saya tidak bisa membiarkan hal ini, karena saya memiliki tanggung jawab kepada tim," ujar Rahmad.
"Irfan adalah pemain yang memiliki skill individu yang baik. Tapi, kita tidak bisa bergantung pada individu. Kita butuh kerja sama tim, dan respek di dalam tim," tambah mantan pelatih Persija itu.
Kasus ini berawal dari permintaan Irfan untuk bergabung dengan tim pada tanggal 23 Oktober. Tapi, permintaan ini tidak diterima, dan Rahmad memintanya untuk hadir di latihan, paling lambat Minggu (16/10) kemarin.
"Saya bilang, itu tidak bisa. Sepertinya, saya dan Irfan memiliki sudut pandang yang berbeda soal timnas. Saya tidak bisa bilang apakah dia akan kembali ke tim atau tidak. Masalah itu saya serahkan ke PSSI," imbuh Rahmad.
Irfan Bachdim telah memenuhi panggilan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, serta meminta maaf kepada pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan (RD), serta rekan-rekan setimnya. Tapi, Rahmad mengatakan bahwa dirinya tetap menyerahkan keputusan akhir kepada PSSI.
Usai dipanggil Komdis, Irfan memang langsung hadir dalam sesi latihan timnas U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (18/10), untuk berbicara dengan pelatih dan rekan setimnya. Pada kesempatan itu, pemain Persema Malang tersebut meminta maaf atas tindakannya yang membuat situasi menjadi tidak enak, seperti yang diungkapkan Rahmad.
"Secara pribadi, saya memaafkan Iran, dan tidak ada masalah. Tapi sebagai pelatih, saya tidak bisa membiarkan hal ini, karena saya memiliki tanggung jawab kepada tim," ujar Rahmad.
"Irfan adalah pemain yang memiliki skill individu yang baik. Tapi, kita tidak bisa bergantung pada individu. Kita butuh kerja sama tim, dan respek di dalam tim," tambah mantan pelatih Persija itu.
Kasus ini berawal dari permintaan Irfan untuk bergabung dengan tim pada tanggal 23 Oktober. Tapi, permintaan ini tidak diterima, dan Rahmad memintanya untuk hadir di latihan, paling lambat Minggu (16/10) kemarin.
"Saya bilang, itu tidak bisa. Sepertinya, saya dan Irfan memiliki sudut pandang yang berbeda soal timnas. Saya tidak bisa bilang apakah dia akan kembali ke tim atau tidak. Masalah itu saya serahkan ke PSSI," imbuh Rahmad.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




