Benny Dikritik Gunakan Komisi III untuk Bela Klien
Selasa, 18 Oktober 2011 | 20:10 WIB
Anggota Komisi III dari Fraksi PDIP, Eva Kusuma Sundari, mengkritik pimpinan Komisi III yang sering bermanuver dan memanfaatkan posisinya demi mengadvokasi kelompok tertentu.
"Manuver-manuver itu sering, politisi bawa 'clients' diterima sendiri, diadvokasi sendiri,
tapi melakukannya di ruang komisi, atas nama komisi," keluh Eva, hari ini.
Eva menyampaikan masalah itu terkait Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan Ketua Komisi III, Benny Kabur Harman bersama lima anggota lainnya dengan pihak Yayasan Trisakti terkait sengketa kepengurusan Universitas Trisakti Jakarta.
Anggota Komisi III dari fraksi Hanura, Syarifuddin Sudding, di Jakarta, hari ini, mempertanyakan sikap ngotot Benny yang terkesan mendukung penuh keinginan pihak Yayasan Trisakti yang menginginkan agar pengurusan universitas itu diserahkan ke mereka.
Dalam kesimpulan rapat yang dilakukan sore ini, Benny menyatakan Komisi III mendesak agar eksekusi putusan pemberian hak pengurusan universitas ke Yayasan agar segera dilaksanakan.
Komisi III juga meminta kepolisian untuk mengawasi pelaksanaan eksekusi.Hal itu sesuai
dengan permintaan pihak Yayasan Trisakti.
Selain itu, Benny menyatakan Komisi III akan mengundang Ketua PN Jakarta Barat untuk
mendesak dikeluarkannya putusan ulang eksekusi.
Hal ini telah mengundang protes dari anggota Komisi III seperti Syarifuddin Sudding, yang
mempertanyakan keputusan sepihak Benny Harman yang membuat kesimpulan pribadi atas kasus itu.
Menurut Eva, hal seperti itu sering terjadi di Komisi III, yakni pimpinan Komisi memanfaatkan ruang rapat komisi untuk kepentingan tertentu.
Itulah sebabnya dalam RDP Komisi III dengan Yayasan Trisakti tadi tidak banyak anggota Komisi yang hadir. "Makanya yang datang sedikit, sesuai 'koordinasi'," kata Eva.
"Manuver-manuver itu sering, politisi bawa 'clients' diterima sendiri, diadvokasi sendiri,
tapi melakukannya di ruang komisi, atas nama komisi," keluh Eva, hari ini.
Eva menyampaikan masalah itu terkait Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan Ketua Komisi III, Benny Kabur Harman bersama lima anggota lainnya dengan pihak Yayasan Trisakti terkait sengketa kepengurusan Universitas Trisakti Jakarta.
Anggota Komisi III dari fraksi Hanura, Syarifuddin Sudding, di Jakarta, hari ini, mempertanyakan sikap ngotot Benny yang terkesan mendukung penuh keinginan pihak Yayasan Trisakti yang menginginkan agar pengurusan universitas itu diserahkan ke mereka.
Dalam kesimpulan rapat yang dilakukan sore ini, Benny menyatakan Komisi III mendesak agar eksekusi putusan pemberian hak pengurusan universitas ke Yayasan agar segera dilaksanakan.
Komisi III juga meminta kepolisian untuk mengawasi pelaksanaan eksekusi.Hal itu sesuai
dengan permintaan pihak Yayasan Trisakti.
Selain itu, Benny menyatakan Komisi III akan mengundang Ketua PN Jakarta Barat untuk
mendesak dikeluarkannya putusan ulang eksekusi.
Hal ini telah mengundang protes dari anggota Komisi III seperti Syarifuddin Sudding, yang
mempertanyakan keputusan sepihak Benny Harman yang membuat kesimpulan pribadi atas kasus itu.
Menurut Eva, hal seperti itu sering terjadi di Komisi III, yakni pimpinan Komisi memanfaatkan ruang rapat komisi untuk kepentingan tertentu.
Itulah sebabnya dalam RDP Komisi III dengan Yayasan Trisakti tadi tidak banyak anggota Komisi yang hadir. "Makanya yang datang sedikit, sesuai 'koordinasi'," kata Eva.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




