Lydia Kusuma Hendra

Pelopor Keramik Ramah Lingkungan

Rabu, 25 September 2013 | 10:25 WIB
HS
B
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: B1
Lydia Kusuma Hendra.
Lydia Kusuma Hendra. (H-15/Suara Pembaruan)

Jakarta - Peminat produk-produk keramik di Indonesia cukup besar. Terbukti, produsen keramik di Indonesia terus berjaya selama bertahun-tahun. Keramik diminati tak hanya untuk digunakan sebagai aksesori rumah atau pajangan, namun juga kerap digunakan sebagai peranti saji atau wadah makanan. Namun, produk keramik yang bebas racun dan ramah lingkungan cukup terbatas.

Adalah Lydia Kusuma Hendra sebagai pencetus sekaligus pencipta keramik berbasis ramah lingkungan yang diberi merek ecoXeramiX dan XeramiX. Sejak 1 Desember 1980 ia memulainya dengan mendirikan tri Margajaya Hutama (triM) dengan keunggulan sebagai produk komersial sesuai zaman.

Produk ciptaan yang berdasarkan riset buatan Lydia memiliki pori-pori yang cukup untuk menyerap air dari bagian bawah, sehingga menjadi salah satu sampah keramik yang lebih aman untuk menjaga kelestarian kontur tanah, dan akan lebih mudah terurai dan menyatu dengan tanah kembali, sehingga kontur tanah tetap terjaga.

ecoXeramiX merupakan keramik yang mempunyai nilai komersial tinggi dengan menggabungkan berbagai aspek dalam satu proses yaitu alam dengan material bahan baku tambang galian C 100% dalam negeri, khususnya Banten.

Hal ini memberikan ciri khas warna alami khusus (natural) untuk body sekaligus memberikan lapangan usaha untuk memberdayakan masyarakat sekitar gunung, dengan menggunakan peralatan sederhana agar tidak merusak lingkungan alam sekitar.

"Pada setiap bagian dalam proses produksi khususnya teknik pembakaran, teknik mengolah formula, molding, painting, dan lain sebagainya yang merupakan satu rangkaian yang harus saling bekerjasama dengan baik (team work), kami berhasil mengembangkan formula berbahan baku 100% Indonesia, khusus body ceramic dan glaze," ucapnya di kawasan Senayan, pada acara pameran "Peranti Saji Indonesia", pertengahan September lalu.

Dikatakan Lydia, teknik pembakaran keramiknya mencapai 1.100 derajat celcius tetapi masih mempunyai pori-pori body yang sanggup meresap air dan hasilnya kuat dan tidak rentan pecah.

Wanita yang telah 33 tahun berkarya dan suka tantangan ini mendukung program pemerintah menyelamatkan aset tambang dan lingkungan, dalam mengatasi global warming. Proses produksi pembakaran dilakukan lebih rendah (save energy) daripada tableware lain pada umumnya dengan hasil yang sejajar dengan standar dunia, sehingga kualitas terjamin untuk pemakai save for food, microwave safe, oven safe, dan durable.

Menurutnya, triM melaksanakan revitalisasi produksi melalui inovasi sejak 9 Juli 2007 dengan menggunakan semi mesin, agar ekonomis dan efisien dalam proses sehingga diharapkan mampu bersaing dan berkompetisi dengan market global.

Selain mengganti bahan baku material 100% Indonesia, pengembangan ini berhasil dengan sempurna pada 4 November 2011 dan telah diuji coba produksi berkelanjutan di tahun 2012 dan berhasil dengan baik, sehingga tepat di tahun 2013 ini bersamaan dengan pameran tata saji Indonesia yang pertama dikenalkan kepada masyarakat lebih sempurna.

Pada bengkel tempat ia menciptakan keramik di Kampung Dampit, Tangerang, Banten, triM tidak menghasilkan limbah material produksi karena semua mampu didaur ulang menjadi berbagai macam formula yang berguna untuk berbagai produk pendukung dan produk barang jadi. Hal ini menjadi satu-satu pelopor keramik tanpa limbah guna menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam desain keramik, ia menghasilkan karya yang indah unik, spesifik dan berkarakter kuat. Kreativitasnya berbentuk datar, timbul, 3 dimensi, seperti beragam bentuk buah, sapi, ayam, ikan, jagung, dengan warna cerah namun bebas racun (aman makanan).

Produk komersial ini diperjuangkan menjadi ikon dan mampu sebagai produk unggulan dan mampu bersaing di pasar sekaligus dipersiapkan dan mampu menghadapi perdagangan bebas dan ikut mendukung eco product nasional. ecoXeramiX formula tersebut teruji dan mampu sejajar dengan bahan baku standar dunia, apalagi bahan baku telah diperdagangkan bertahun-tahun kepada perusahaan bertaraf dunia, barang jadi sudah diekspor ke mancanegara.

Jaga Warisan Budaya
triM ikut berperan aktif mendukung budaya bangsa, mancanegara dan khususnya Indonesia dengan memberi aksen khusus ciri khas berbagai daerah di Nusantara, Indonesia, yang pernah bekerjasama dengan Sebastian Gunawan, Bimo (painter), Oshi seniman pematung, dan seniman perupa lainnya.

triM sebagai salah satu finalis Industri Hijau 2013 ini juga ikut berperan didalam Museum Tekstil Jakarta, Galeri Nasional dan pameran-pameran pemerintah dan swasta, Alun-alun, Galeries Lafayette, dan lain sebagainya.

Wanita kelahiran Surabaya, 14 Januari 1959 ini berperan aktif menjaga original warisan budaya bangsa Indonesia dengan melakukan dukungan untuk desain asli almarhum Iwan Tirta sebagai maestro seni batik Indonesia. Ini agar karya adi luhung tersebut tidak punah dan dilaksanakan secara komersial, legal dan berkelanjutan sejak diberi amanah April 2008.

"Saya ikut berperan melestarikan brand Pusaka Maha Karya, Pusaka Indonesia, Pusaka Nusantara dan turut berpartisipasi melaksanakan amanah untuk pelestarian budaya melalui PT Pusaka Iwan Tirta yang dituangkan pada keramik, batik dan lain-lain," jelas Lydia.

Hal ini untuk melaksanakan amanah agar karya Iwan Tirta tidak punah dan sesuai aslinya, ditampilkan 33 provinsi Nusantara designnya yang belum sempat diselesaikan dan dilaunching olehnya sebelum berpulang.

Ia memang ingin melestarikan karya-karya alm. Iwan Tirta dengan menampilkan dinner sets Pusaka Nusantara 33 design provinsi Nusantara. Tanda pelaksanaan amanah sang maestro terhadap karya cipta sang maestro tetap terjaga dan dilestarikan dengan baik, karena ia diminta untuk melestarikannya.

Bagi Lydia ini adalah aset bangsa asli Indonesia yang harus dijaga keasliannya dan dilestarikan agar tetap dipelihara oleh generasi penerus bangsa Indonesia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon