Demokrat Tak Masalah Berkurang Satu Kursi
Selasa, 18 Oktober 2011 | 23:16 WIB
Legowo dengan putusan Pak SBY
Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan mengaku, pihaknya puas dengan pengumuman reshuffle kabinet walau jatah kursi partai mereka berkurang satu.
"Dicopot satu kursi, monggo, alhamdulillah. Insya Allah itu yang terbaik. Menurut saya, tak masalah itu. Demokrat dukung 1000 persen putusan Presiden. Sudah tepat itu," kata Ramadhan di Jakarta, hari ini.
Dia melanjutkan bahwa partainya tak merasa kehilangan benar dengan dicopotnya Darwin Zahedy Saleh dan Freddy Numberi, dua kader partai mereka di kabinet, dan hanya dapat memasukkan satu yakni Amir Syamsuddin.
"Karena segala sesuatunya untuk kepentingan nasional. Kami legowo karena putusan Pak SBY berdasarkan pertimbangan masak, mendalam dan komprehensif. Ini demi percepatan kinerja," ujar Ramadhan.
Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan yang sempat ragu soal nasib Djan Farids, akhirnya mengatakan menghormati keputusan presiden.
Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan, Arwani Thomafi mengaku tak tahu alasan Presiden tetap menunjuk Djan Faridz sebagai Menpera walau sebelumnya meminta pergantian nama calon.
"Ya itu pilihan Presiden, kita hormati saja," ujarnya di Jakarta.
Sebelumnya ia mengaku, partainya menyerahkan tiga nama baru sebagai calon pengganti Djan Faridz sebagai Menteri Perumahan Rakyat, setelah yang bersangkutan dikabarkan gagal lolos tes kesehatan.
Namun saat sesi pengumuman kabinet oleh SBY, nama Djan Faridz tetap tercatat sebagai Menteri Perumahan Rakyat.
Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan mengaku, pihaknya puas dengan pengumuman reshuffle kabinet walau jatah kursi partai mereka berkurang satu.
"Dicopot satu kursi, monggo, alhamdulillah. Insya Allah itu yang terbaik. Menurut saya, tak masalah itu. Demokrat dukung 1000 persen putusan Presiden. Sudah tepat itu," kata Ramadhan di Jakarta, hari ini.
Dia melanjutkan bahwa partainya tak merasa kehilangan benar dengan dicopotnya Darwin Zahedy Saleh dan Freddy Numberi, dua kader partai mereka di kabinet, dan hanya dapat memasukkan satu yakni Amir Syamsuddin.
"Karena segala sesuatunya untuk kepentingan nasional. Kami legowo karena putusan Pak SBY berdasarkan pertimbangan masak, mendalam dan komprehensif. Ini demi percepatan kinerja," ujar Ramadhan.
Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan yang sempat ragu soal nasib Djan Farids, akhirnya mengatakan menghormati keputusan presiden.
Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan, Arwani Thomafi mengaku tak tahu alasan Presiden tetap menunjuk Djan Faridz sebagai Menpera walau sebelumnya meminta pergantian nama calon.
"Ya itu pilihan Presiden, kita hormati saja," ujarnya di Jakarta.
Sebelumnya ia mengaku, partainya menyerahkan tiga nama baru sebagai calon pengganti Djan Faridz sebagai Menteri Perumahan Rakyat, setelah yang bersangkutan dikabarkan gagal lolos tes kesehatan.
Namun saat sesi pengumuman kabinet oleh SBY, nama Djan Faridz tetap tercatat sebagai Menteri Perumahan Rakyat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




