Demokrat Kehilangan Satu Menteri Untuk Beri Contoh
Selasa, 18 Oktober 2011 | 23:36 WIB
Sudi: "Untuk mencapai hasil optimal dalam sisa tiga tahun pemerintahan SBY."
Pemerintah mengatakan jatah Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera berkurang masing-masing satu di formasi Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, merupakan bukti dari hasil konsolidasi antarpartai dalam koalisi.
Kursi Partai Demokrat berkurang dengan dicopotnya Darwin Zahidy Saleh dari pos Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan PKS kehilangan Suharna Suryapranata dari jabatan Menteri Riset dan Teknologi.
Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi mengatakan, perombakan kabinet bertujuan untuk mencapai hasil optimal dalam sisa tiga tahun pemerintahan Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono.
Untuk meraihnya, ia mengatakan Yudhoyono fokus pada penambahan profesional dalam kabinetnya.
"Partai Demokrat ingin memberi contoh. Beliau sebagai Ketua Dewan Pembina Demokrat rela (partainya) dikurangi satu, layaklah kalau ada yang dikurangi yaitu PKS," ujarnya kepada wartawan malam ini.
Sudi mengatakan hasil keputusan ini sudah berdasarkan hasil konsultasi yang dilakukan Presiden dengan pimpinan partai politik yang tergabung dalam koalisi gabungan.
Ia membantah jika keputusan ini merupakan hasil dari bargaining atau penawaran dari PKS yang sampai akhir masih menunggu hasil reshuffle untuk menentukan sikap.
"Tidak ada bargaining, (reshuffle) kan prerogatif presiden. Di dalam kesepahaman koalisi sudah tercantum presiden memiliki hak prerogatif dan akan mengkonsultasikan hal-hal yang diperlukan," tutupnya.
Pemerintah mengatakan jatah Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera berkurang masing-masing satu di formasi Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, merupakan bukti dari hasil konsolidasi antarpartai dalam koalisi.
Kursi Partai Demokrat berkurang dengan dicopotnya Darwin Zahidy Saleh dari pos Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan PKS kehilangan Suharna Suryapranata dari jabatan Menteri Riset dan Teknologi.
Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi mengatakan, perombakan kabinet bertujuan untuk mencapai hasil optimal dalam sisa tiga tahun pemerintahan Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono.
Untuk meraihnya, ia mengatakan Yudhoyono fokus pada penambahan profesional dalam kabinetnya.
"Partai Demokrat ingin memberi contoh. Beliau sebagai Ketua Dewan Pembina Demokrat rela (partainya) dikurangi satu, layaklah kalau ada yang dikurangi yaitu PKS," ujarnya kepada wartawan malam ini.
Sudi mengatakan hasil keputusan ini sudah berdasarkan hasil konsultasi yang dilakukan Presiden dengan pimpinan partai politik yang tergabung dalam koalisi gabungan.
Ia membantah jika keputusan ini merupakan hasil dari bargaining atau penawaran dari PKS yang sampai akhir masih menunggu hasil reshuffle untuk menentukan sikap.
"Tidak ada bargaining, (reshuffle) kan prerogatif presiden. Di dalam kesepahaman koalisi sudah tercantum presiden memiliki hak prerogatif dan akan mengkonsultasikan hal-hal yang diperlukan," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




