DPRD Dukung Uang Kerohiman Waduk Ria Rio Dinaikkan
Kamis, 26 September 2013 | 17:33 WIB
Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendukung langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang menaikkan uang kerohiman bagi warga yang bermukim di Kampung Pedongkelan, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Mereka terkena proyek normalisasi Waduk Ria Rio.
Direktur Utama (Dirut) PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Budi Karya Sumadi membenarkan besaran uang kerohiman telah dinaikkan dari awalnya Rp 1 juta. Namun, dia tidak mau mengungkapkan angka yang pasti karena uang kerohiman tersebut diberikan oleh PT Pulomas Jaya.
"Yang pasti, uang kerohimannya akan naik. Tetapi tidak sampai Rp 5 juta seperti yang dituntut warga. Kalau diberikan sebesar itu, bisa jadi preseden buruk bagi kegiatan pemindahan warga yang terkena normalisasi waduk atau sungai. Tapi pasti harganya diatas Rp 1 juta," kata Budi Karya, di Jakarta, Kamis (26/9).
Menanggapi hal itu, anggota Komisi D DPRD DKI Boy Bernardi Sadikin mendukung langkah Pemprov DKI yang menaikkan uang kerohiman bagi warga yang terkena proyek normalisasi Waduk Ria Rio. Dengan begitu, pembangunan Waduk Ria Rio sebagai pengendali banjir dapat terlaksana dengan baik tanpa ada resistensi dari warga sekitarnya.
"Yang pentingkan apa yang diinginkan Pak Jokowi tercapai. Yaitu membangun Waduk Ria Rio tanpa adanya gejolak, dan jangan mengorbankan masyarakat disekitarnya," kata Boy.
Dia melihat dinaikkannya uang kerohiman di Waduk Ria Rio menjadi Rp 4 juta tidak akan menjadi preseden buruk. Meskipun Surat Keputusan Gubernur tentang Uang Kerohiman sudah dicabut. Karena, tuntutan awal warga pun tidak dipenuhi oleh Pemprov DKI. Justru besaran uang kerohiman diberikan lebih rendah dari yang dituntut oleh warga.
Menurutnya, Gubernur sudah memiliki niat baik terhadap warga di sekitar bantaran Waduk Ria Rio. Jokowi tidak langsung menggusur warga, tapi malahan menjali komunikasi yang baik dan menyediakan rusun terlebih dahulu sebagai tempat tinggal baru bila bersedia pindah.
Karena itu, Boy meminta warga menyambut baik niat baik dari Pemprov DKI. Putra mantan Gubernur DKI Ali Sadikin ini mengimbau warga jangan mau menang sendiri. Kecuali kalau Pemprov DKI tidak melakukan apa pun terhadap warga di kawasan Waduk Ria Rio.
"Jokowi punya hak kan. Tanah itu tanah negara. Tapi dia tidak mau langsung menggusur begitu saja. Justru disiapin semuanya untuk warga, nunggu untuk membangun rusun dulu. Makanya kita minta warga juga punya niat baik, jangan rugikan Pemprov DKI," tukasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




