Korban Holly Sempat Telepon Ibu Angkatnya, Mengaku Sedang Dipukuli
Selasa, 1 Oktober 2013 | 17:08 WIB
Jakarta - Korban Holly Angela Hayu (37) diketahui sempat menelepon ibu angkatnya, sebelum ditemukan tak berdaya dalam keadaan terluka di bagian kepala, leher, tangan, serta kakinya --hingga akhirnya meninggal dunia-- di unit apartemennya, Lantai 9, Tower Ebony, Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan. Polisi kini masih menelusuri motifnya.
"Korban ditemukan sekuriti di lantai 9 dalam kondisi kritis, kemudian dibawa ke rumah sakit. Namun, dalam perjalanan meninggal dunia," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, Selasa (1/10).
Dikatakan Rikwanto, pihaknya masih memeriksa saksi dan mendalami motifnya. "Untuk motif, masih didalami. Namun, dari keterangan awal, sebelum kejadian atau sebelum ditemukan sekuriti, korban (Holly) sempat menelpon ibu angkatnya dan mengatakan dia sedang sendiri dipukuli dan butuh pertolongan," ungkapnya.
Rikwanto melanjutkan, mendapat laporan itu, sekuriti apartemen langsung menuju kamar dan mendobrak pintunya. "Didapati korban sedang kritis. Di lokasi ditemukan sebuah besi sekitar 50 sentimeter yang diduga dipakai sebagai alat untuk memukul korban," jelasnya.
Menurut Rikwanto, pihaknya belum bisa menyimpulkan hubungan antara korban Holly dengan seorang pria tak dikenal yang diduga terjatuh dari unit apartemennya, di lantai 9.
"Antara Mr X dengan Holly masih didalami penyidik, dalam kaitan hubungannya. Karena diduga Mr X melompat bunuh diri dari lantai 9, tempat ditemukannya Holly. Proses masih berjalan. Kita masih memeriksa saksi-saksi, apakah sebelumnya Mr X ini pernah datang ke tempat Holly," paparnya.
Rikwanto menyampaikan, Polres Jakarta Selatan dan Polsek Pancoran masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), guna mencari tahu identitas Mr X, motif bunuh diri, atau apapun yang berkaitan dengan Holly.
"Ini masih dalam proses pendalaman. Sementara sudah ada sejumlah saksi yang diperiksa, yaitu sekuriti dan saksi yang membawa Holly ke rumah sakit," katanya.
Rikwanto mengungkapkan, pihaknya juga sedang mencari rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi. "Tak ada CCTV di lantai 9. Namun, kami masih upayakan mencari di tempat lain, barang kali ada dan menangkap gambar," imbuhnya.
Berdasarkan penyelidikan sementara, kata Rikwanto, dimungkinkan Mr X dapat masuk ke dalam apartemen karena ikut bersama Holly. "Kemungkinan besar Mr X dapat masuk karena dibawa pemilik apartemen tersebut," tandasnya.
Sementara itu, Tamara, sahabat Holly, mengaku tak menyangka teman yang sudah dikenalnya sekitar 4 tahun itu meninggal karena diduga dibunuh.
"Saya kenal sudah lama. Orangnya baik, keibuan. Sering ajak ke unitnya, 'Ayo main, nanti kakak masakin.' Selama ini memang dia punya teman banyak. Jadi saya pikir teman-temannya juga baik. Tapi, kenapa bisa begini?" ucapnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Tamara menyampaikan, korban Holly diketahui sudah berkeluarga dan memiliki anak.
"Setahu saya, ia tinggal di sini sama suaminya. Namun, suaminya kalau tidak salah sedang ke luar negeri. Ya, dia punya anak laki-laki. Tapi saya belum pernah lihat secara langsung, cuma tahu dari foto," terangnya.
"Dua hari lalu, saya ketemu dia di bawah (Mal Kalibata City), lagi makan. Ia sama temannya (laki-laki). Saya dikenalin juga. Namun beda. Temannya kemarin bukan yang jatuh itu. Kalau yang jatuh itu, saya gak kenal," tukasnya.
Lihat Juga Video Holly Angela Dikenal Tetangga Sebagai Sosok Perempuan Ramah
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




