KTT APEC 2013

Undang Investor, Meksiko Tidak Ingin Andalkan Tenaga Kerja Murah

Senin, 7 Oktober 2013 | 12:27 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Pemimpin ekonomi Indonesia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima pemimpin ekonomi Meksiko Presiden Enrique Pena Nieto (kiri) disela KTT APEC 2013 di Nusa Dua, Bali, Minggu (6/10).
Pemimpin ekonomi Indonesia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima pemimpin ekonomi Meksiko Presiden Enrique Pena Nieto (kiri) disela KTT APEC 2013 di Nusa Dua, Bali, Minggu (6/10). (Antara/Prasetyo Utomo)

Nusa Dua - Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto mengundang para CEO perusahaan global untuk berinvestasi di negaranya. Menurut Nieto, Meksiko telah melakukan reformasi struktural di berbagai bidang, sehingga menjadi lebih ramah untuk investasi.

"Saat in, kami negara yang berubah drastis secara politis dan demokrasi kami terkonsolidasi. Kami mengalami kemajuan ekonomi, namun hal itu masih kurang untuk menampung tenaga kerja yang ada di negara kami. Karena itu, kami mengundang untuk berinvestasi di Meksiko. Tapi kami tidak ingin mengandalkan tenaga kerja murah, kami tawarkan tenaga kerja yang terampil," ujar Nieto saat menjadi pembicara dalam diskusi di APEC CEO Summit 2013 di BICC, Nusa Dua, Bali, Senin (7/10).

Dijelaskannya oleh Nieto, Meksiko kini melakukan reformasi struktural dan ini membuat negara itu lebih kompetitif dan produktif. Nieto kemudian memberi contoh, salah satu reformasi yang dilakukan negaranya adalah reformasi pajak yang berhasil meningkatkan jumlah wajib pajak.

"Reformasi di bidang perpajakan membuat negara kami lebih kuat untuk mengumpulkan pajak. Hal ini membuat kami memiliki dana untuk berinvestasi sehingga membuka lapangan pekerjaan," terangnya.

Selain itu, kata dia, Meksiko juga melkaukan reformasi pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Sebab SDM terlatih itu mutlak untuk meningkatkan daya saing. Karena itu, kami memilih untuk fokus ke sektor pendidikan," ujarnya.

Nieto yakin, buah dari reformasi ini akan dirasakan di masa mendatang. Paling tidak, lima tahun lagi, Nieto menggaransi, dunia bisa melihat SDM Meksiko yang memiliki pengetahuan dan keterampilan lebih baik, sehingga bisa masuk dalam pasar lapangan kerja.

Hal itu dilakukan, karena Meksiko tidak ingin hanya menjual tenaga kerja murah. Sebab, Meksiko harus mempunyai peluang yang lebih baik bagi masyarakatnya.

"Kami memiliki perjajian perdagangan bebas dengan 25 negara dan saat ini kami berkerja untuk memiliki aktrivitas ekonomi dengan Negara Asia Pasifik. Kami tidak melakukan pendekatan upah rendah, tapi kami menawrkan tenaga kerja yang terampil, sehingga produktivitas juga meningkat," tukasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon