Presiden Suriah: Nobel Perdamaian Seharusnya untuk Saya
Senin, 14 Oktober 2013 | 22:36 WIB
Jakarta - Presiden Suriah, Bashar al Assad, mengatakan bahwa Nobel Perdamaian seharusnya dianugerahkan kepadanya, bukan kepada OPCW, organisasi pemantau senjata kimia yang sedang sibuk memusnahkan senjata-senjata kimia di negaranya.
"Anugerah itu seharusnya untuk saya," kata Assad sembari bercanda dalam wawancara dengan sebuah koran Libanon, ketika dia diminta mengomentari Nobel Perdamaian yang diterima OPCW.
Assad dikecam oleh dunia karena diduga menggunakan senjata kimia untuk membatai ribuan warga sipil dalam sebuah serangan pada 21 Agustus silam. Akibat serangan itu Suriah bahkan hampir dihujani bom Amerika Serikat bersama sekutunya di Eropa dan Timur Tengah.
Sementara ketika berbicara tentang pelucutan senjata kimia Suriah, Assad mengakui hal itu merugikan rezimnya.
"Dewasa ini harga sudah berubah dan kami sudah sepakat untuk menyerahkan senjata-senjata kimia untuk menyingkirkan ancaman AS yang ingin menyerang kami. Tidak disangkal kehilangan senjata kimia mengakibatkan turunnya semangat dan adalah sebuah kekalahan politik untuk Suriah," jelas Assad.
Assad juga mengeritik sejumlah negara Arab yang justru menentang Suriah dan mengatakan "negara-negara Barat lebih punya harga diri ketika menghadapi kita ketimbang beberapa negara Arab."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




