Jokowi Prihatin Ada Warga Tewas Saat Pembagian Daging Kurban

Rabu, 16 Oktober 2013 | 15:04 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Warga terjebak dalam kericuhan akibat berebut masuk Masjid Istiqlal untuk mendapatkan jatah daging kurban, Jakarta Pusat, Rabu (16/10). Seorang warga meninggal dalam kejadian tersebut sementara beberapa lainnya mengalami luka akibat terinjak-injak.
Warga terjebak dalam kericuhan akibat berebut masuk Masjid Istiqlal untuk mendapatkan jatah daging kurban, Jakarta Pusat, Rabu (16/10). Seorang warga meninggal dalam kejadian tersebut sementara beberapa lainnya mengalami luka akibat terinjak-injak. (Antara/Fanny Octavianus)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) prihatin dan menyayangkan acara pembagian daging kurban di Masjid Istiqlal berbuntut tragedi buruk, yaitu tewasnya seorang kakek bernama Sukiyo (74) saat mengantre pembagian daging kurban pagi ini.

"Saya baru dengar. Ya, sangat disayangkan. Saya sangat prihatin sekali. Seharusnya acara-acara pembagian daging kurban seperti itu harus dipersiapkan lebih matang, agar tidak mengakibatkan adanya korban," kata Jokowi di Balai Kota, DKI Jakarta, Rabu (16/10).

Menghindari warga menjadi korban dalam acara pembagian apapun, Jokowi berencana membuat kebijakan pembagian hewan kurban dilakukan langsung ke kampung-kampung warga. Sehingga tidak terjadi antrean panjang atau warga yang berdesakan.

"Kalau kita, kemarin pembagian daging kurban langsung diserahkan ke kanpung-kampung. Sehingga warga tidak mengumpul di Balai Kota," ujarnya.

Supaya peristiwa itu tidak terjadi lagi, mantan Wali Kota Solo ini mengimbau panitia pembagian hewan kurban harus memilih cara tepat yang tidak membahayakan keselamatan warga. Sehingga peristiwa jatuhnya korban jiwa atau luka-luka bisa diminimalisasi.

Dia mengusulkan ke depan panitia yang mendatangi masyarakat untuk pembagian kurban. Menurutnya, selain adanya persiapan yang matang, juga harus ada manajemen distribusi yang baik.

"Paling bagus panitia yang mendatangi masyarakat, bukan masyarakat yang mendatangi kita atau kantor kita. Manajemen distribusi, mungkin itu lebih simpel dan aman," tuturnya.

Seperti diberitakan, pada pembagian daging kurban di Masjid Istiqlal Jl Taman Wijaya Kusuma, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (16/10) ricuh. Akibatnya, satu orang tewas dan sembilan orang lainnya pingsan. Namun, Sukiyo (74) tewas bukan karena berdesak-desakan, tetapi karena terlalu lama menunggu.

Padahal sebanyak 600 personel dari Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, dan Polsek Sawah Besar telah dikerahkan untuk mengamankan pembagian daging kurban. Selain itu, antrean juga dipisahkan antara laki-laki dan perempuan.

Lihat Juga Video Jenazah Korban Antrean Daging Kurban Dibawa Pulang

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon