LSI: Pola Pemilu 2014 Sama Dengan Pemilu 2009

Minggu, 20 Oktober 2013 | 13:47 WIB
YS
B
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: B1
Panitia Pemilihan Kemacatan Johar Baru dan KPU Kota Jakarta Pusat menggelar sosialisasi Pemilu 2014 kepada sejumlah pedagang, di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (1/10). Sosialisasi dimaksudkan sebagai sarana penyadaran kepada warga untuk terlibat langsung dalam Pemilu 2014. SP/Joanito De Saojoao
Panitia Pemilihan Kemacatan Johar Baru dan KPU Kota Jakarta Pusat menggelar sosialisasi Pemilu 2014 kepada sejumlah pedagang, di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (1/10). Sosialisasi dimaksudkan sebagai sarana penyadaran kepada warga untuk terlibat langsung dalam Pemilu 2014. SP/Joanito De Saojoao (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) rilis tiga indeks calon presiden (capres) dalam pemilihan umum (pemilu) 2014.

Ketiga indeks tersebut masing-masing capres akan diusung oleh tiga partai teratas dalam pemilu, capres dari pemimpin struktural partai atau pemenang konvensi, dan capres yang diusung resmi partai.

Oleh sebab itu, dalam pemilu 2014, diyakini akan memiliki pola yang sama dengan pemilu 2009. Pola tersebut sesuai dengan indeks capres pada pemilu 2009.

"Pola pemilu 2014 sama dengan pemilu 2009. Sulit ada tokoh yang akan maju sebagai capres yang berada di luar struktur partai," Peneliti LSI, Adjie Alfaraby, Minggu (20/10).

Jika hasil survei parpol disimulasikan ke dalam indeks capres 2014, maka hanya ada tiga nama capres riil yang muncul, yakni Aburizal Bakrie (Golkar), Megawati (PDIP dan koalisinya), dan pemenang konvensi Partai Demokrat.

Hasil survei LSI Oktober 2013, tiga partai teratas, yakni golkar (20,4 persen), pdip (18,7 persen) dan demokrat (9,8 persen). Sedangkan Partai Gerindra sebesar 6,6 persen, PAN 5,2 persen, PPP 4,6 persen, PKB 4,6 persen, PKS 4,4 persen, Hanura 3,4 persen, NasDem 2,0 persen, PBB 0,6 persen, PKPI 0,3 persen, dan yang belum ambil keputusan 19,4 persen.

Survei dilaksanakan 12 September sampai 5 Oktober 2013, dengan menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei LSI kali ini jumlah responden awal 1.200 orang dan menggunakan tatap muka langsung.

Ada dua indikator yang digunakan, yakni survei capres wacana, yakni siapapun tokoh atau nama-nama yang muncul di media dan survei capres riil yang hanya memasukkan tokoh yang paling mungkin maju sebagai capres.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon