Sony Kuasai 49% Pasar Hybrid Notebook
Kamis, 24 Oktober 2013 | 20:50 WIB
Jakarta - Sony makin serius menunjukkan eksistensinya di pasar hybrid notebook. Vendor asal Jepang ini berupaya mempertahankan posisinya di kategori notebook premium
Deputy President VAIO & Mobile Business Group, Sony Corporation, Takashi Hagiwara mengungkapkan, berdasarkan IDC Asia Pasifik PC Tracker, di semester I-2013, Sony menguasai pasar notebook convertible Indonesia sebesar 49%. Sony melalui seri Vaio menduduki peringkat pertama di segmen notebook dengan harga US$ 600 ke atas.
Sementara itu, President Director PT Sony Indonesia, Satoru Arai mengatakan, meskipun pasar PC mengalami penuranan, pihaknya tetap optimistis penjualan notebook Vaio tetap bertumbuh.
Sony secara internal mencatat pada tahun 2012, pasar PC tumbuh hanya 3%, sementara penjualan Vaio meningkat sekitar 55% dibanding tahun 2011. Untuk 2013, Sony memprediksi, pasar PC akan stagnan atau tumbuh 0%, sedangkan Sony mampu tumbuh lebih dari 22%.
"Kami melihat, saat ini konsumen cenderung memilih perangkat yang lebih praktis seperti tablet dan smartphone, oleh karena itu Sony berinisiataif menghadirkan lebih banyak perangkat dengan penggabungan desain antara notebook, tablet, dan smartphone atau dikenal covertible," jelas dia saat acara peluncuran hybrid notebook terbaru Sony di Jakarta, Kamis (24/10)
Kali ini, Sony memperkenalkan Vaio Tap 11 dan Vaio Fit multi-flip. Kedua perangkat ini didukung dengan prosesor Intel Core generasi keempat. Kedua perangkat dapat digunakan sebagai notebook, bahkan tablet jika dibutuhkan. Vaio Tap 11 dibanderol mulai kisaran Rp 10, 9 juta sampai Rp 13,99 juta. Sementara Vaio Fit multi-flip sekitar Rp 10,09 juta sampai Rp 21,29 juta.
Vaio & Sony Tablet Product Sales Section Head IT Sales Department, Channel Account Management Division PT Sony Indonesia, Leo Marathon mengatakan, kontribusi penjualan notebook premium lebih kecil dibanding notebook kelas menengah ke bawah. Namun, perangkat premium mampu memperkuat merek Vaio di pasar Tanah Air.
"Tujuan kami fokus di premium adalah brand awareness. Setidaknya tahun ini kami telah meluncurkan 5 produk hybrid. Tahun depan kemungkinan akan sama. Stategi kami adalah tetap konsisten menghadirkan produk inovatif, gencar berpromosi dan menjaga kualitas layanan purna jual," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




