Ramadhan Pohan Klaim Tak Tahu Aliran Dana Kongres PD
Jumat, 25 Oktober 2013 | 11:06 WIB
Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, mengaku tak tahu soal adanya aliran dana di Kongres Partai Demokrat pada 2010 lalu di Bandung, Jawa Barat.
Hal itu dikatakan Ramadhan sebelum menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk Anas Urbaningrum, tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah Pembangunan Pusat Pelatihan Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional, Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
"Saya tidak tahu," kata Ramadhan di kantor KPK, Jumat (25/10).
Ramadhan juga mengatakan bahwa dirinya tidak tahu soal aliran dana yang menyokong kemenangan Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Pasalnya, kata Ramadhan, ia tidak menjadi bagian dari tim pemenangan Anas.
Menurut Ramadhan, sebelum pelaksaan kongres, sudah ada imbauan dari Dewan Pembina Partai agar tidak melakukan politik uang. Ramadhan meyakini rekan-rekannya melaksanakan arahan Dewan Pembina tersebut.
"Itu sudah arahan. Dan saya percaya bahwa semuanya harus melakukan itu," kata Ramadhan.
Ramadhan hari ini bakal menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus penerimaan gratifikasi oleh Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Anas Urbaningum pernah mengungkap soal adanya praktik politik uang dalam perhelatan Kongres Partai Demokrat di Bandung. Menurut perhitungan, uang yang harus digelontorkan guna memenangkan Anas sebagai Ketua Umum adalah sekitar Rp 80 miliar hingga Rp 100 miliar.
Uang tersebut diambil dari hasil patungan petinggi Partai Demokrat yang mendukung Anas sebagai ketua. Mirwan Amir, kata Nazaruddin menyumbang hingga Rp 20 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




