Banyuwangi Tour de Ijen 2013 Siap Digelar

Jumat, 25 Oktober 2013 | 17:36 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Tour de Ijen
Tour de Ijen (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Banyuwangi - Rangkaian perhelatan akbar bertajuk Banyuwangi Festival 2013 selama September-Desember 2013 semakin memperkuat predikat Banyuwangi sebagai arah baru kunjungan wisata di Jawa Timur.

Mengandalkan wisata minat khusus (special interest tourism), Banyuwangi banyak mengeksplorasi keindahan panorama alamnya untuk menciptakan kesan yang tak akan terlupakan di benak wisatawan.

Salah satu event yang diandalkan adalah International Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI) yang memadukan antara olahraga dan wisata berbasis keindahan alam atau sport tourism. BTDI akan kembali digelar pada 2 - 5 November 2013.

Saat kali pertama digelar tahun lalu, BTDI sukses mencuri perhatian perhatian dunia olahraga balap sepeda internasional sekaligus bisa mendatangkan ribuan wisatawan ke Banyuwangi.

Bahkan, event balap sepeda dunia tersebut sudah masuk agenda rutin (calendar of event) Persatuan Balap Sepeda Internasional Internasional (Union Cycliste Internationale/UCI).

Ajang ini melibatkan 15 tim luar negeri dan 6 tim dalam negeri. Termasuk di dalamnya 3 tim pro-continental sebagai syarat maksimal penyelenggaraan kompetisi balap sepeda 2.2.

Nama-nama tenar dalam dunia balap sepeda seperti, Gader Mizbhani, pebalap terbaik Asia dari Iran serta pebalap nasional Hari Fitrianto yang bergabung dengan CCN Brunei ikut meramaikan kompetisi ini.

"Pada BTDI tahun ini jumlah pebalap lebih banyak serta kualitasnya lebih bagus dibanding tahun lalu," kata Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi dalam rilisnya kepada Beritasatu.com, Jumat (25/10).

Jika pada tahun lalu BTDI menyuguhkan tiga stage, tahun ini terjadi penambahan rute menjadi empat stage. Tentunya ini menambah panjang lintasan yang harus dilalui oleh para pebalap, yaitu mencapai 606,5 kilometer, melewati semua kecamatan (24 kecamatan) yang ada di Banyuwangi.

Stage pertama dimulai dengan circuit race di dalam kota Banyuwangi. Mengambil start di Jalan A. Yani, tepat di depan kantor Bupati, ratusan pembalap akan menempuh 12 lap sepanjang 129,9 kilometer. Rute yang cenderung landai pada etape ini seolah menjadi arena pemanasan bagi para pembalap sebelum melalui stage selanjutnya yang lebih menantang.

Pada stage kedua, ratusan pembalap BTDI akan memacu pedal sepedanya dari Stadion Garuda Bajulmati, Wongsorejo menuju Pulau Merah sejauh 189,6 kilometer.

Pada rute ini, selain mengandalkan kecepatan, para pembalap juga harus mengeluarkan kemampuan ekstra untuk memenangkan race. Sebab, rute yang naik turun dan panjang bakal menjadi jalur neraka yang cukup menguras tenaga. Sepanjang jalan, pebalap disuguhi view persawahan dan perbukitan yang asri. Para pebalap akan finish di Pantai Pulau Merah yang memiliki panorama dan ombak menawan.

Stage ketiga, para pebalap akan melalui rute Kecamatan Jajag-Genteng sepanjang 115,7 km. Di jalur ini tantangan tidak seberat etape sebelumnya meski tetap melalui kawasan perbukitan. Rute ini memberi kesempatan bagi pembalap untuk kembali membuktikan skill-nya dalam beradu cepat balap sepeda.

Stage keempat dan juga terakhir dengan rute Kecamatan Kalibaru-kawasan Kawah Ijen kembali menyuguhkan jalur neraka bagi pebalap. Rute sepanjang 171,3 kilometer ini tidak hanya menyuguhkan jalur yang panjang, tapi juga rute tanjakan dan kelokan yang curam.

Sejuknya hawa khas pegunungan di kawasan Kawah Ijen di rute ini tidak lantas mengurangi beratnya medan, melainkan justru semakin menantang ketangguhan para racer karena telah terbukti menjadi rute paling sulit dan melelahkan bagi para pebalap BTDI tahun lalu.

"Banyak diyakini bahwa rute menuju kawasan Kawah Ijen ini adalah yang terbaik di Asia untuk tanjakan balap sepeda," ujar Anas.

Sementara itu, Ketua Panitia BTDI Guntur Priambodo menambahkan, atas perolehan nilai absolut pada penyelenggaraan BTDI tahun lalu yakni 85, UCI pun meninggikan standar pelaksanaan BTDI dengan memberikan tambahan syarat pada event kali ini. Adapun tambahan syarat itu adalah penilaian anti-doping bagi pemenang pertama sampai ketiga.

"Nantinya hasil tes doping akan dikirim ke India untuk diratifikasi," kata Guntur.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon